Seni Wisata

Menguak Rahasia Keindahan Pantai Gigi Hiu

Seniberjalan.com__Saat lelah usai, berharap tujuan tercapai. Semangat tersisa, tubuh dan kaki pun masih bekerjasama. Perjuangan berkendara selama 4-5 jam ternyata tidak sia-sia, Batu karang setinggi kurang lebih 10 meter berdiri menjulang! deburan ombak menghantam karang, memecah suasana sepi. Lega, pantai Gigi Hiu sudah di depan mata!

Keberadaan Pantai Gigi Hiu belum lama terkuak. Para pejalan dan pengekplor Lampung boro-boro melakukan penjajakan. Sungguh perjalanan yang membawa pada kesabaran dan ketahanan. Jalan rusak, berlobang, berlumpur dan menanjak. Tambahan bertahan di jalan hanya kepercayaan. Percaya bahwa usaha yang dilakukan akan berbanding dengan harapan.

Pantai Gigi Hiu belum menjadi destinasi yang familiar. Satu alasannya, mungkin karena berada jauh dari kota Bandar Lampung. Pantai ini berlokasi di Kecamatan Klumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Masyarakat sekitar pantai ini, lebih familiar dengan sebutan lain untuk Gigi Hiu. Mereka menyebut dengan Pantai Batu Layar Pegadungan. Mungkin asal nama ‘Gigi Hiu’ berasal dari batu karang yang menyerupai gigi hiu, runcing dan tajam.

 

 

Kini, Gigi Hiu ramai dibicarakan para instagramer. Para pecinta fotografi pun telah memburunya. Sebagai pantai yang belum dijajah banyak pengunjung, Gigi Hiu menjadi primadona landscape yang mengusik. Mengusik Anda segera mengabadikan diri di sana.

Gigi Hiu tak hanya tercipta unik tapi juga fotogenik. Bahkan bila Anda pandai mengambil foto, citra yang dihasilkan layaknya seperti lukisan. Karang-karang yang menjulang itu kini bukan lagi bayangan-bayangan lokasi yang pernah digambarkan dalam sebuah komik Jepang, tapi nyata ada di Lampung!

 

ist

Memang Lampung bukan satu-satunya pantai berbatu karang di Indonesia. Pantai-pantai di Jawa, terutama di bagian selatan juga identik dengan batu-batu karang. Tapi, Gigi Hiu tampil dengan pesonanya sendiri. Bila datang pada cuaca yang cerah, pemandangan koloni karang Gigi Hiu itu sungguhlah cantik. Terlebih keindahan itu berbaur dengan birunya laut dan langit.

Karakter berbeda lainnya yang disugguhkan dari pantai ini adalah dihiasi oleh batu-batu granit dibibir pantai. Meskipun begitu, sangat tidak disarankan untuk berenang, mengingat pantai ini adalah pantai berbatu karang dengan terjangan ombak yang kuat. Jadi urung saja niat Anda.

 

 

Diantara para pejalan yang tak suka berdiam memandang pemandangan saja, mereka memilih bergerak naik ke Batu Karang. Mencari tempat paling pas mengabadikan segala sisi dari Gigi Hiu. Waktu paling tepat tentunya pagi dan sore hari. Para pecinta fotografi biasanya akan memilih menunggu waktu menjelang senja, saat cahaya Sunset mewarnai karang-karang tersebut. Wajar, tempat ini dijadikan lokasi foto pilihan bagi para fotografer untuk membidik momen-momen terbaik. Jika ingin lebih menikmati, mungkin Anda berkenan menggelar camp di sini.

Pesona Gigi Hiu bisa saja menarik para pejalan untuk mengenal wisata Lampung lebih jauh, karena Gigi Hiu bukan satu-satunya keindahan rahasia yang tersembunyi di Lampung. Visit Lampung! 

 

foto: ist

 

foto; ist

 

tip berkunjung ke Gigi Hiu
– Bawalah bekal makanan. Hanya ada satu kedai yang menjual snack dan minuman di sana
-Datang atau sampailah menjelang siang, bagi yang berencana berkunjung sehari saja
-transportasi yang bisa digunakan adalah motor. Sewa ojek wisata Rp 150 ribu.
-siapkan fisik dan stamina, karena Anda tidak harus tahan dengan lamanya perjalan tapi juga harus siap menghadapi kondisi jalan yang pada umumnya rusak.-Selain memilih jalur Kiluan, diantara pejalan kini memilih alternatif jalan Padang Cermin. Jalur ini masih ‘mending’ dari pada jalur Kiluan yang lebih menanjak.
-bawalah jas hujan

 

jalur padang cermin

About the author

Seni Berjalan

6 Comments

Click here to post a comment