Seni Hiburan

Agustus di Kota Tua Jakarta

kotatua3-seniberjalan

Seniberjalan.com– Agustus adalah bulan yang spesial buat Indonesia, Indonesia merdeka. Banyak cara merayakan kemerdekaan RI ke 71, yang jatuh pada hari rabu 17 Agustus 2016. Seniberjalan memilih mengunjungi tempat bersejarah yang ada di Jakarta, yaitu Kota Tua.

Kota Tua Jakarta adalah kawasan dengan bangunan penuh artistik khas eropa yang dulunya merupakan pusat pemerintahan Hindia Belanda di Batavia (Batavia sebutan Jakarta masa itu).

Di kota tua ada banyak tempat yang bisa dikunjungi seperti Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Mandiri, Toko Merah, Gedung Jasindo, Museum Wayang, Museum Keramik, Cafe Batavia, Museum Nasional, Stasiun Kota, dll.

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah pada zaman Belanda merupakan balai kota, pengadilan, sekaligus penjara bawah tanah. Kini, alih fungsi menjadi museum tempat menyimpan beragam barang antik, mulai dari furnitur, meriam, senjata, keramik, gerabah, lukisan, prasasti dan arca, hingga alat musik. Dengan tiket 5ribu kamu bisa masuk ke museum.

Di bagian luar museum adalah lapangan Fatahillah, spot ini yang banyak dipakai oleh pengunjung untuk berfoto. Kamu juga bisa bermain sepeda onthel dengan biaya sewa 20ribu untuk 30 menit. Di hari-hari tertentu kadang ada pertunjukan kesenian.

kotatua1-seniberjalan

Kalau lelah kamu bisa nyantai di cafe sekitaran kota tua, ada Cafe Historia, Cafe Djakarte, Cafe Bang Kopi dan Cafe Batavia. Cafe nya menawarkan romansa jaman dahulu, dengan dekorasi serba tua. Kamu bisa memesan makanan atau sekedar ngopi. Selain cafe banyak yang menjual makanan tradisonal disepanjang sungai ada pecel, kerak telor, cilok, tahu gejrot, es cendol, dll. Tinggal pilih.Sehari keliling tak cukup buat mengunjungi ke semua tempat di Kawasan Kota Tua Jakarta.

Akses paling mudah yaitu mengunakan transportasi umum seperti busway berhenti di halte kota atau naik commuterline turun di stasiun akhir Jakarta Kota.

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 71
“Merdeka adalah belajar dari sejarah masa lalu dan membuat sejarah untuk masa depan”