Seni Budaya

Berwisata Religi ke Vihara Maitreya Batam

seniberjalan.com__Vihara ini dipagar lebih tinggi dan didominasi cat putih. Bangunannya bertingkat menghadap pemukiman Bukit Beruntung, Seipanas, Batam. Dari atas, pemandangan begitu lepas. Patung Buddha bewarna emas berdiri megah, seolah-olah ingin memantau dan memberkati kehidupan.

Vihara yang berlokasi di Bukitberuntung ini pastinya sudah dikenal baik masyarakat Batam. Meskipun begitu tak ada salahnya Anda mencoba datang ke sini. Mungkin ada hal-hal baru yang belum Anda ketahui tentang vihara ini.

Vihara Duta Maitreya atau singkatnya Vihara Maitreya merupakan tempat ibadah umat Buddha Maitreya. Vihara ini terbuka untuk umum. Khusus umat Buddha yang ingin beribadah dipersilakan melakukan puja bakti atau sembahyang. Ada banyak graha (ruang sembahyang) yang disediakan di lantai satu hingga lantai tiga vihara.

Setiap hari Vihara yang termasuk vihara terbesar di Asia tenggara ini hampir tidak sepi pengunjung. Tidak hanya diramaikan oleh umat Buddha yang ingin beribadah tetapi juga diramaikan oleh wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Menurut Riandu, salah seorang anggota Mahavihara Duta Maitreya Batam bahwa setiap tahunnya pengunjung vihara menjapai 70.000 per tahun. Wisman yang mendominasi adalah wisman dari Singapura dan disusul dari Korea.

Menurut dia hal tersebut karenakan banyak paket wisata yang ditawarkan ke Batam menyediakan kunjungan ke vihara sebagai destinasi pilihan. Bagi wisman beragama Buddha tentunya datang ke vihara untuk berwisata sekaligus menggelar puja bakti.

Setiap harinya Vihara Maitreya menggelar kebaktian sebanyak 3 kali, pada waktu pagi, siang dan menjelang malam. Pengunjung bisa bergabung sembahyang sesuai jadwal sembahyang maupun sembahyang sendiri. Graha terbuka untuk berdoa.Vihara Maitreya memang di bangun cukup luas. Diperkirakan memiliki luas sekitar 5.3 ha. Saat berjalan-jalan ke dalam, koridor-koridor di bangun lepas dan row lebar. Lantainya berkeramik mengkilap. Tampaknya tempat ini kebersihannya memang dijaga.

Pada dinding vihara tergores berbagai tulisan hingga lukisan dilengkapi aksara Cina. Pada bagian dalam vihara dilengkapi taman-taman. Para wisatawan dapat berfoto-foto di spot itu. Vihara ini mempunyai lahan parkir luas lengkap dengan taman-taman.
Lain Graha lain cara ibadahnya

Untuk mengenal Vihara Maitreya, kita akan menemukan beberapa graha di lantai satu hingga lantai tiga. Beribadah di sini sepertinya dapat memberikan rasa nyaman dan tenang bagi umat Buddha. Ada 5 graha atau tempat puja bakti diantaranya Graha Maitreya, Graha Patriat, Graha Sakkyamuni, Graha Buddha Avalokitesvara dan Buddha Satya Kalama.

Karena di bangun berlantai tiga, pada bagian atas disediakan graha yang cukup luas atau disebut Graha Maitreya. Graha ini digunakan untuk umat Buddha Maitreya. Ciri khas graha ini adalah disediakan jok sembahyang yang ditata rapi dan simetris. Diperkirakan dapat memuat hingga 2000 orang. Di depan graha Maitreya ini berdiri sebuah patung Buddha berwarna emas dengan tinggi sekitar 5 meter. Patung Buddha itu di bangun menghadap jalan dan perumahan. Kita bisa menyaksikan landscape Batam dari sini.

Sedangkan graha-graha yang terdapat depan pintu masuk atau lantai satu hanya tersedia sedikit jok dan di tambahkan dupa. Graha tersebut digunakan beribadah umat konghucu.

Ciri khas lainnya yang ditampilkan Vihara Maitreya adalah dilengkapi dengan berbagai miniatur patung-patung. Untuk menarik pengunjung, tahun ini vihara terus memperbaiki dan menambah patung rupang berupa patung Buddha Maitreya Cilik dan disertai dengan 12 Shio. Umumnya rata patung dewa Maitreya di sini mempunyai bentuk tubuh tinggi, lebar, perut gendut dengan wajah tersenyum.

Di setiap sudut dan depan vihara mata tak akan terlepas dari pemandangan archa Buddha, dengan ciri khasnya selalu melemparkan senyum lebar penuh tawa yang melambangkan cinta kasih. Harapan dari ekpresi patung tertawa tersebut agar orang-orang yang datang ke sini diharapkan selalu berbahagia. Patung itu sebagai harapan Buddha mengajak semua manusia untuk hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan.

Selain patung Buddha Maitreya, juga di bangun patung Buddha lainnya, seperti patung Buddha Gautama, Dewi Kwan Im, Satya Kalama, Amitabha, Baisajyaguru, dan lainnya.

Untuk diketahui, Vihara Duta Maitreya di bangun pada 2 November 1991. Pendiriannya berawal dari inisiatif Pimpinan Maha Tao Maitreya sedunia, YA. MS. Gao Shan Yu Ren. Dia berpesan pada Pandita Muda Harun seorang umat Maitreya di Batam untuk membangun maha vihara di Batam. Pada 23 Januari 1999 vihara ini resmi di buka.

Tersedia berbagai fasilitas

Perlu Anda ketahui bahwa selain berfungsi sebagai tempat ibadah Vihara Maitreya juga memiliki banyak fungsi. Vihara juga telah menambah fasilitas seperti sekolah, klinik, restoran vegetarian, asrama dan ruang pertemuan.

Sebagai objek wisata religi untuk memberi kesan dan kenang-kenangan pengunjung, di lokasi pengunjung cukup mampir di toko souvenir. Kios ini yang menjual pernak-pernik replika Buddha, miniatur kucing, miniatur dewa dan miniatur archa lainnya. Pada momen-momen tertentu, misalnya menjelang imlek, replika dewa rejeki paling banyak dibeli sebagai bentuk pengharapan untuk melancarkan rejeki.

Mencari makan atau mau mencicip kopi, mampir saja ke kedai kopi di samping vihara.Uniknya di sini disediakan kedai kopi yang diolah secara alami dari biji kopi pilihan. Anda juga bisa memesan teh. Vihara menyebutnya sebagai teh/kopi kebahagiaan karena dibuat dengan rasa suka cita. Jika pengunjung merasa lapar tersedia restoran yang cukup besar. Letaknya di bagian belakang. Restoran ini hanya menyediakan menu vegetarian namun selalu ramai dikunjungi pecinta kuliner.

Pada waktu-waktu tertentu vihara juga menjadi tempat menggelar festival dan berbagai acara kesenian. Pada momen ini vihara akan dipadati banyak pengunjung yang datang dari berbagai kalangan. Sebagai centre kesenian kasih alam, vihara sudah memiliki kalender even bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pada even seperti imlek dan cap go meh vihara menggelar open house vegetarian food yang dihadiri lebih dari 20.000 orang. Even itu terbuka untuk umum.

Vihara di buka setiap hari, pada jam berkunjung dibuka pukul 08.00 pagi hingga sore hari. Khusus Minggu aktivitas di vihara berlangsung hingga pukul 15.00 Wib. Masuk ke vihara ini tidak dipungut biaya namun sebagai pengunjung senantiasa harus menjaga kebersihan vihara.

Menuju ke sana
Vihara berjarak sekitar 20-30 menit dari Bandara Hang Nadim Batam. Dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun angkot jalur Batamcenter.

 

About the author

Seni Berjalan

2 Comments

Click here to post a comment