Seni Budaya Seni Event Seni Hiburan

Glenn Fredly Menutup Bajafash 2018

Seniberjalan.com__Sama halnya dengan penampilan Syaharani yang ditunggu-tunggu, Pamungkas hari ke dua Bajafash menghadirkan Glenn Fredly di penutup malam, Sabtu (17/3).

Kali ini, penonton lebih meriah ketimbang hari pertama. Ada yang datang hari itu saja atau menyaksikan penampilan Glenn Saja.

Baca juga: Open Dialog Bajafash

Siapa yang gak kenal Glenn? Ada yang meneriakinya ‘Maestro’ ketika dia muncul ke khalayak Batam View. Glenn dikenal sebagai musisi pop, ternyata lebih dari itu dia juga lihai di jazz.

foto: elizagusmeri/seniberjalan

Terbukti dengan aksi manggungnya malam itu, lagu-lagu pop 90-an yang disanding dengan pengantar melodi jazz yang bermain dengan cara musisi itu sendiri, masih menghibur dan membawa penonton ikut mengikuti melodi.

Ya, begitu lah jazz masing-masing musisi punya andil untuk improvisasi. Setidaknya dengan seringnya event jazz di Batam, membawa musik jazz menjadi biasa diperdengarkan. Jazz for everybody.

Glenn Fredly tampil serba hitam membawakan lagu perdana ‘Kala Cinta Menggoda’ dari mendiang Crisye. Glenn terpadu dengan pengunjung ketika mencoba bernyanyi bersama. Karena begitu bersemangat menunggu Glenn, belum sempat bersuara, penonton malah mengambil alih lagunya. Artinya, lagu Glenn masih familiar hingga generasi sekarang.

foto: elizagusmeri/seniberjalan

Hampir setiap lagu yang dibawakan selalu diteruskan pengunjung untuk dinyanyikan bersama. Seperti Januari and You Are My Everything.

Menghilangkan kebosanan, Glenn mengajak musisi jazz lainnya untuk berkolaborasi seperti Amelia Ong dan Steve Thornton. Penampilan Glenn disanding dengan peragaan busana dari Arturro, designer lokal yang berbasis di Bali.

Meskipun sudah dihibur dengan beberapa lagu, penampilan Glenn masih terasa begitu singkat malam itu. Namun, kehadiran dia sudah menujukkan bahwa masyarakat Batam mulai antusias untuk datang ke konser jazz.

Sebelumnya, penonton juga sudah terhibur dengan penampilan dari berbagai musisi seperti Soukma dan Zahid Ahmad Project dengan runaway busana dari designer ternama seperti Tyramona and Jarit and Dru.