Seni Event

Masuk Agenda Jazz Nasional, Bajafash 2019 Berlanjut

Indina (foto: Seniberjalan)

Seniberjalan.com – Event Principle Batam Jazz and Fashion (Bajafash), Indina Putri Fadjar sempat galau untuk melanjutkan Bajafash tahun 2019. Menurut dia cukup berat kalau tidak mendapatkan kolaborasi dan dukungan dari banyak pihak.

“Tahun ini agak nekad, kita sempat mutuskan tak usah, karena gak ada anggaranya. Seharusnya Maret lalu nih acaranya, karena pemilu diundur hingga September. Cukup berat kalau ga ada support,” kata Indina, saat konpers, 6 September 2019 di Radisson Golf & Convention Center.

 

Meskipun galau, Indina tetap berkeras hati agar Bajafash 2019 terselenggara. Bajafash direncanakan pada tanggal 13-15 September 2019. Ada hal yang membuatnya akhirnya bersemangat kembali. Setelah konsisten menyelenggarakan Bajafash tiga tahun berturut-turut, tahun ini Bajafash masuk dalam Agenda Jazz Nasional.

“Sebuah kebanggaan masuk agenda Jazz Nasional, pertama untuk Batam. Kita dianggap konsisten, kita pikir ya udah deh. Kita upayakan Bajafash tahun ini agar nanti juga masuk program jazz International, kita ngejar agar bisa menyelenggarakan lima tahun berturut-turut, bukan tidak mungkin kita bisa seperti Java jazz festival,” harap Indina.

Akhirnya, gayung bersambut datang dari di Radisson Golf & Convention Center yang kembali bersedia menjadi venue Bajafash tahun ini. Tahun 2017 Bajafash sukses terselenggara di Radisson dengan mendatangkan ratusan wisatawan dari negara tetangga.

Kemudian, Dinas Pariwisata Kepri pun muncul bersuara, mendukung agar Bajafash 2019 tetap dilangsungkan. Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar yang juga hadir saat konpers akan mengupayakan Bajafash agar masuk program jazz internasional.

“Saya berjanji mengupayakan Bajafash masuk program jazz internasional,” kata Buralimar.

 

Bajafash 2019 Bidik Segmen Milenial dan Tambah Tema Lifestyle

Bajafash merupakan event jazz yang berbeda dengan ratusan event jazz yang ada di Indonesia karena mengkombinasikan pentas musik bersamaan dengan runway fashion. Di satu tempat kita bisa menyaksikan Jazz Performance, Fashion Show, Expo, Workshop hingga Talkshow. Event ini sempat dianggap berkonsep ‘miring’. Tapi tidak bagi Indina.

“Ada yang menganggap Bajafash bukan event jazz karena kita memasukkan konsep fashion, sekarang banyak juga event jazz yang ga selalu menampilkan jazz, seperti penampilan Ed Sheeran di event jazz, dia kan pop,” ujar dia.

Indina sendiri mencoba menemukan ide, agar setiap event Bajafash tahun ke tahun memberi warna yang berbeda supaya khalayak Batam dan wisman tertarik untuk datang.

“Karena Bajafash adalah ekraf maka kita harus berusaha menciptakan suatu yang kreatif, dan itu tuntutan agar orang berdatangan.Target kita juga wisman, waktu di Radisson kami berhasil memenuhi persentase kunjungan wisman,” kata dia.

Khusus tahun 2019, Indina melirik segmen milenial, Indina merasa jazz sudah seharusnya bisa dinikmati semua usia. Untuk menarik kalangan ini, perempuan berkacamata ini akan melibatkan 70 persen anak muda sebagai pengisi acara.

 

Mulai dari pemilihan penyanyi jebolan Indonesian Idol musim kesembilan, Marion Jola yang dijadikan barometer milenial hingga memilih musisi-musisi muda (jazz dan pop).

“Kita menjangkau semua kalangan, termasuk kalangan milenial, untuk itu kita menjual tiket yang cukup murah, bahkan khusus untuk pelajar kita kasih diskon 20 persen,” kata Indina.

Tahun ini, Bajafash tetap menggunakan tema Diversity In South-East Asia Through Music and Fashion sebagai tema yang juga digunakan tahun sebelumnya. Namun, bedanya Bajafash tahun ini ditambahkan tema Lifestyle dan kearifan lokal.

“Bajafash tujuannya juga sebagai edukasi, nanti kita hadirkan talkshow dan workshop dengan tema lingkungan, sementara untuk kearifan lokal kita tetap mengangkat musisi lokal Batam dan menampilkan designer Batam beserta karya lokal seperti batik Kepri,” tambah Indina.

 

Banyak Musisi, Designer hingga Ramai Talkshow dan Workshop

Menurut Indina, Bajafash tahun ini sangat sayang untuk dilewatkan karena padat dengan acara-acara menarik. Seperti biasa dihari pertama, 13 September di Radisson akan diisi dengan pertunjukkan musik jazz berbarengan dengan runaway fashion show. Kemudian diikuti dengan Lifestyle exibition, Beauty & Fashion mini workshop, Holistic Smart Lifestyle Talkshow dan lainnya.

Selain dimeriahkan oleh Marion Jola, musisi-musisi yang hadir, mulai dari musisi jazz yang legend seperti Idang Rasjidi, musisi muda seperti Lightcraft, musisi dari negara tetangga The Steve mcQueen (Singapura) dan Yuka Kharisma (Malaysia), musisi lokal Batam seperti Cheppy and friend dan berbagai musisi lainnya: Road Roots, Juliard Quartet, Tanjak Improvtu, Grandiose yang tetap ‘on’ selama tiga hari Bajafash.

Sementara desainer pun berjibun, dari yang ternama seperti Chossy Latu, Itang Yunasz, Awang Kagunan Ecoprint, Dana Duriatna, Wieke Dwiharti, Didiet Jarit, Natasya Rofalina, dan Arios Linen.

Sementara untuk talk show akan ditampilkan sebanyak tiga sesi pada tanggal 13-14 September, salah satu temanya adalah tentang Environment, yang mengajak kita Say No to Plastic. Workshop berfokus pada Craft dan Fashion, misalnya workshop tentang Eco Print yang akan dibawakan oleh Kagunan dari Yogyakarta.

Satu lagi yang membuat event ini menarik adalah penampilan model ‘muse’ dari kalangan komunitas yang tandem dengan model profesional.

***

Sebagai flashback, berawal dari tahun 2007, Bajafash berhasil terselenggara perdana di Novotel Hotel hanya perform selama 4 jam. Animo penonton cukup besar saat itu. Kemudian break cukup lama dan kembali lagi terselenggara pada tahun 2016 di Planet Holiday Hotel.

Tahun 2017 berlangsung di Radisson Hotel dengan menghadirkan artis Sheila Majid. Kemudian tahun 2018 diadakan di Batam View dengan kreasi berbeda bertema, Diversity In South-East Asia Through Music and Fashion yakni menghadirkan dialog bersama musisi serumpun, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

@elizagsm

 

Informasi lebih lanjut hubungi :
Diah 0812 7056 7755
Zehra 0812 7754 7750
Wulan 0899 4813 847

Atau klik www.bajafash.com dan follow ig bajafash