Seni Wisata

Nyarai, Air Terjun Berbatu dengan Set lokasi nan Indah

seniberjalan.com__Setting-an lokasi air terjun Nyarai bagai frame yang ditata dengan pas. Air terjun itu jatuh dan mengalir di tengah bebatuan besar yang menyandingnya. Sebuah kolaborasi frame yang indah.

Airnya segar mengalir deras, menganak sungai membentuk cawan besar di tengah. Cawan besar itu berubah menjadi kolam berenang alam yang akan menggoda Anda untuk segera menyebur. Mengapa tidak, melihat airnya yang jernih dengan rona menghijau terkadang tidak cukup hanya memandang diam saja. Wajar banyak pengunjung yang datang ke sini dengan tujuan berenang dan merasakan kesegaran air terjun Nyarai.

 

Air Terjun Nyarai merupakan objek wisata alam yang terletak di desa Gamaran, Lubuak Aluang, Sumatra Barat atau berada 1.5 jam dari kota Padang. Kini, menjadi objek wisata yang mulai familiar di Sumatra Barat. Pemda Kabupaten Padang Pariaman pun telah mempromosikan objek wisata alam ini. Akses menuju ke Air Terjun ini cukup jauh. Sejak di buka sebagai objek wisata rintangan tersebut tidak lagi menjadi kendala bagi pengunjung yang penasaran untuk datang.

Pengunjung harus berjalan kaki atau tracking di hutan selama 2 jam dengan jarak tempuh 5.3 km. Anda akan melewati hutan konservasi desa Gamaran. Selama perjalanan pengunjung akan ditemani oleh seorang pemandu. Selama perjalanan udaranya sangat sejuk, pada singgahan pertama Anda akan diajak mampir di aliran mata air Batu tuduang. Sungai berbatu besar dengan air berwarna hijau.

 batu bergantung

Kemudian diperjalanan juga diperlihatkan sebuah pemandangan batu bergantung. Ukurannya cukup besar dan dibawahnya mengalir sungai. Hal yang paling sedikit menantang sebelum sampai di lokasi adalah menyebrang sungai. Sungai ini ditemui sekitar 500 meter sebelum Nyarai. Anda harus ektra hati-hati. Pada waktu pagi air sungai ini cukup deras. Tingginya selutut orang dewasa. Setelah rintangan tersebut, Anda tinggal berjalan kaki beberapa ratus meter lagi. Setelah itu menyebrang sungai setiba di Nyarai.

Karena sudah dikelola masyarakat setempat, untuk masuk ke kawasan Nyarai dikenakan biaya Rp 100 ribu baik perorang maupun kelompok. Untuk meringankan biaya biasanya pengunjung memilih datang berkelompok.

Bagi Anda yang kurang suka keramaian datang pada hari kerja atau pagi hari lebih baik. Nyarai masih sepi pengunjung. Pada sore hari jumlah pengunjung biasanya lebih ramai, terutama yang datang adalah para anak muda. Bawalah baju ganti bila ingin memuaskan diri berenang di sini. Berhati-hatilah karena kondisi air yang cukup deras dan dalam. Di sekitar Nyarai sudah tersedia kedai-kedai yang menjual snack bila merasa lapar usai berenang.

Datang ke Nyarai sebaiknya pagi. Hindari datang pada pukul 14.00 wib ke atas. Pasalnya saat kembali pulang suasana sudah gelap. Anda akan kesulitan untuk berjalan kaki. Ingin berkemah di sini juga disediakan spot tak jauh dari air terjun. Selain mengunjungi Nyarai pilihan lain yang bisa di coba adalah tracking di hutan Gamaran.

 

batu tuduang