Seni Persona

Pendaki Dan Relawan Ranger-nya Dieng

Bersih-bersih gunung Foto : Ist
Musa Putra Dieng Foto : Ist
Musa Putra Dieng Foto : Ist

seniberjala.com– Musa Putra Dieng seorang lelaki kelahiran September 1989. Sekarang menjalani rutinitas sebagai mahasiswa STIE WW Yogjakarta dan sebagai panitia saat ini sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan Dieng Culture Festival 2015.

Dia mendirikan Dieng English Club bersama kawan-kawan relawan adalah salah satu dedikasi Musa untuk kemajuan Dieng, intinya dimulai dari pemberdayaan sumber daya manusia terlebih dahulu.

Peserta Dieng English Club yang ikut bebas tapi dibuat kelas-kelas. Kelas anak-anak, kelas remaja, sama kelas dewasa. Dan ini gratis alias tidak dipunggut biaya satu rupiah pun. Diadakan seminggu sekali di hari Jumat. Belajarnya semacam belajar conversation, di ajar sama kawan-kawan relawan terkadang juga diajar langsung oleh wisatawan mancanegara.

Kendala Dieng English Club terutama kekurangan tenaga pengajar karena yang ngajar rata-rata punya kesibukan/kerjaan dan ini sifatnya relawan jadi gak ada ikatan yang mengharuskan.

suasana belajar di DEC Foto : Ist
suasana belajar di DEC Foto : Ist

“Kita kekurangan pengajar kendala lain adalah tempat, Kita belajar dikantor desa kadang saat jumat ramai. Pernah juga belajar digudang desa belajar sambil bau tikus,” kata Musa kepada seniberjalan.com

Musa juga menjadi team penyelamat pendaki, yang sering disebut Ranger Dieng. Siap sedia 24 jam saat dibutuhkan, kadang tengah malam harus naik gunung untuk evakuasi korban yg pingsan di puncak atau ada yang terluka, kadang jg harus menggendong korban turun. Selain itu Ranger Dieng juga aktif membersihkan gunung dari sampah serta melakukan penanaman pohon.
Pelan-pelan kita juga menggali potensi wisata yang ada, sekarang proses membuka perkemahan sama outbond di bukit sidengkeng. Pembukaan akan dilakukan tanggal 29-30 Agustus 2015.

Membludaknya pendaki di Dieng jelas berpengaruh terhadap perekonomian warga di sini, adanya tambahan penghasilan warga selain bertani juga membuka warung, penginapan dan juga rental outdoor. Namun juga berpengaruh negatif buat lingkungan, semakin ramai orang mendaki semakin banyak juga sampah yang ditinggalkan. Harapan Musa untuk Dieng ke depan : wisata maju dan orang-orangnya tetap memiliki moral dan akhlak yang baik.

Bersih-bersih gunung Foto : Ist
Bersih-bersih gunung Foto : Ist

Sekilas tentang Dieng

Dieng terkenal sebagai ‘negeri di atas awan’ karena terhampar di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut serta ditutupi kabut tebal.

Dieng merupakan kawasan sakral dan diyakini sebagai tempat bersemayamnya Dewa Dewi. Dataran Tinggi Dieng terletak di dua kabupaten sekaligus. Sebagian di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara dan sebagian lagi berada di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Di sini akan diadakan Dieng Culture Festival (DCF) 2015 yang akan diselenggarakan pada 1-2 Agustus 2015. Festival akan dimulai dengan jalan sehat sembari menikmati hangatnya Purwaceng, minuman herbal khas Dieng. Anda juga dapat menikmati serangkaian atraksi seni budaya, mulai dari pertunjukkan wayang kulit di tengah hawa dingin, pameran kerajinan khas Dieng, festival film indie pelajar, pesta balon dan lampion, serta meriahnya pagelaran ‘jazz di atas awan’. Di sini juga ada upacara yang paling ditunggu-tunggu wisatawan yakni ruwat rambut gimbal.

Dulu Dieng merupakan desa kaya dengan sentra penghasil kentang, pada masa-masa kejayaan kentang orang bilang wong ndieng sugeh sugeh bahkan orang dieng yang naik haji disebut ” haji kentang ” karena masa itu dalam satu desa bisa sampai 40 orang yg naik haji . Sebagian besar masyarakat Dieng acuh tak acuh dengan industri pariwiasata, mulai dari suksesnya acara Dieng Culture Festival dan boomingnya trend mendaki gunung, menjadikan masyarakat mulai sadar potensi dari industri pariwisata dieng.

 

About the author

Aru & Mero

2 Comments

Click here to post a comment

  • Hello,

    My name is Takeshi Nakayama, and our company VivaKoka is an exciting startup company from Japan that provides travelers to Indonesia (and Southeast Asia) the chance to spend one day with an individual or a non-profit organization.
    We have selected only a few potential non-profits in Indonesia to partner with us, and we would really love to partner with you.
    There will be no costs to you, and you will be able to earn money through our partnership program.
    What we require is that you provide a one-day experience/program for the travelers.

    VivaKoka runs on a relatively large marketing budget from Japanese investors, and we are able to market our service and website in Japan and the whole world on a relatively large scale. We plan to go live in a few months from now.

    We would really love for your organization to become our partner. If you are interested, I would like to set up a Skype call with you to explain further about our partnership program.

    Looking forward to hearing back from you. We also speak bahasa Indonesia.

    Thank you
    Takeshi Nakayama
    VivaKoka Voluntour Adventure
    2-51-14 Gohongi
    Meguro-ku
    Tokyo, Japan
    Tel: +81-90-4377-4307