Seni Wisata

PuncakLawang, Negeri di atas awan Maninjau

seniberjalan.com__Pada masa penjajahan, Puncak Lawang Maninjau pernah menjadi tempat peristirahatan Belanda. Belum diketahui secara pasti mengapa dinamakan Puncak Lawang. Yang jelas dari kata ‘puncak’ sudah menjelaskan dataran tinggi ini, berada di atas ketinggian sekitar 1.200 mdpl.

Puncak Lawang persis berlokasi di Kabupaten Agam, Maninjau, Sumatera Barat. Hingga sekarang, destinasi ini masih menjadi daerah tujuan wisata favorit di Sumatera Barat, sebagai daerah ketinggian untuk menyaksikan pemandangan 180 derjat. Jadi sangat disayangkan bila Anda mampir ke Sumatera Barat tidak mengunjungi tempat ini.

Bukit yang berada sekitar kurang lebih 21 KM dari Pusat Kota Bukittinggi ini memiliki pemandangan indah dan menyejukan. Pemandangan apa yang disuguhkan Puncak Lawang Maninjau? jawabannya adalah Pemandangan Danau Maninjau.

Puncak Lawang dianggap sebagai tempat terbaik untuk menikmati panorama Danau Maninjau dari ketinggian. Puncak lawang memang berdekatan dengan danau terbesar di Sumatera Barat tersebut. Dari atas puncak inilah terlihat bentangan Danau Maninjau.

Pemandangan Danau Maninjau juga dipercantik dengan pemandangan awan-awan yang menutupinya berserta bukit-bukit yang menjaganya. Dari atas puncak awan-awan terlihat berada di posisi bawah, selalu bergerak bergantian terbawa angin. Kadang menutupi pemandangan danau. Pada saat cuaca cerah pemandangan danau begitu jelas terlihat. Tapi pada umumnya selalu berawan bagai negeri di atas Awan.

Datang pada saat cahaya matahari tidak terik akan memberikan efek cermin pada air danau. Belum lagi Maninjau dikenal sebagai daerah yang dingin memberi efek biru yang menyelimuti suasana danau. Sebuah pemandangan yang dingin tapi meneduhkan.

Daerah Maninjau adalah daerah yang subur. Pertanian seperti sawah sebagian besar masih memenuhi daratan. Buktinya dari Puncak Lawang kita dapat melihat pemandangan corak sawah yang menghijau dan menguning yang berdampingan bersama Danau Maninjau.Dari puncak ini, Anda juga dapat menyaksikan Samudera Hindia di sebelah Barat Daya diantara perbukitan Danau Maninjau.
Keramba-keramba di pinggiran danau dan perahu-perahu nelayan pun ikut menjadi bagian landscape danau. Wajar pengunjung lebih suka mengambil foto-foto di Puncak Lawang dengan backgroud danau bersama awan-awannya. Bila beruntung, pada saat tidak terlalu banyak awan yang menutupi danau bisa mendapatkan pemandangan yang utuh, sebaliknya bisa saja yang terlihat hanya awan putih saja.

Bersantai di Puncak Lawang
Selain menikmati keindahan Danau Maninjau dan mengabadikan keindahannya, di Puncak Lawang sendiri pengunjung dapat pula mengambil foto-foto dengan angle puncak yang diselimuti kabut/awan. Background kabut memberikan suasana yang berbeda, seperti berada di dunia lain.

Memasuki siang hingga menjelang sore, cuaca di Puncak Lawang Maninjau mulai mendingin. Kabutpun mulai menutup pemandangan danau dan puncak. Namun, suasana itu kadang tidak membuat pengunjung beranjak. Bahkan menjadikan momen berkabut sebagai waktu yang pas untuk mengambil foto.

Dipuncak Lawang, ada beberapa spot untuk menikmati landscape Danau Maninjau, disediakan gubuk dan kursi kursi kayu sehingga pengunjung dapat bersantai sambil menikmati pemandangan. Pemandangan alamnya dapat menahan diri untuk duduk berlama-lama di rumput yang menghijau ditambah dengan terpaan angin yang menyejukkan.

Kawasan Puncak Lawang Maninjau juga apik dengan pohon-pohon pinus yang menjulang dan suasananya sangat mendukung untuk berfoto-foto. Diantara pengunjung memilih duduk-duduk sambil berfoto-foto.

Untuk menikmati keindahan Danau Maninjau sebaiknya datang ke Puncak Lawang di sebelum tengah hari di antara jam 9-10. Datang terlalu pagi atau terlalu sore biasanya kawasan ini sudah tertutup oleh kabut tebal. Bila kabut sudah terlalu tebal pengunjung dianjurkan untuk turun ke bawah karena hawanya akan sangat dingin.

Tersedia berbagai fasilitas bermain

Di Puncak Lawang ini siap memacu adrenalin dengan menjajal Paralayang atau Paragliding sambil menikmati view Danau Maninjau. Tempat ini menjadi daerah tujuan wisata dan dikenal sebagai spot penyelenggaraan olahraga paralayang. Tetapi juga disewakan untuk pengunjung asal mau merogoh kocek sekitar Rp 600.000.

Puncak Lawang sering digunakan sebagai tempat kejuaraan olahraga paralayang kelas internasional karena merupakan salah satu spot terbaik di Asia Tenggara. Landscape utama di sini adalah pemandangan hamparan danau Maninjau beserta areal persawahan, mungkin dengan ber-paralayang pengunjung lebih puas menyaksikan pemandangan danau Maninjau lebih dekat dari atasnya.

Sedangkan permainan lain yang bisa dicoba seperti outbond, flying fox, supercamp, paintball dan lainnya. Untuk fasilitas seperti Flying Fox, di Bandrol dengan budget Rp. 25.000/orang untuk sekali permainan. Mungkin permainan yang bisa dicoba tanpa merogoh kocek adalah Flying Fox. Cukup seru karena Anda akan di bawa melayang dengan kecepatan tinggi melewati hutan pinus.
Sebaiknya yang mencoba permainan ini tidak takut ketinggian. Jangan kuatir dan cukup aman. Ada petugas yang berpengalaman akan menuntun Anda menggunakan alat-alat safety.

Biaya untuk masuk ke Puncak Lawang Rp 5.000/orang dengan Parkir Motor Rp 2.000/orang dan Mobil sekitar Rp 5.000/unit.

Menuju ke sana

Untuk mencapai kawasan Puncak Lawang dapat melewati perjalanan dengan 44 belokan yaitu Kelok 44. Seperti biasa, kendaraan yang bisa menghemat biaya perjalanan menuju Puncak Lawang adalah menggunakan motor. Terlebih untuk daerah yang tidak strategis dilalui kendaraan umum seperti ke puncak lawang.

Ada beberapa jalur yang dapat dipilih menuju puncak lawang. Dari Bukittinggi Puncak Lawang berjarak sekitat 21 km, perjalanan dimulai dari jalan Atas Ngarai, melewati objek wisata Lubang Jepang dan Janjang Koto Gadang.

Dari Kota Padang, dapat mencapai lokasi ini setelah 2 jam perjalanan melalui daerah Lawang. Rute Padang Panjang yang membutuhkan waktu sekitar 1.5 jam ke lokasi.

Tip ke Puncak Lawang
-Sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi
-Bawalah jacket karena cuaca di atas sangat dingin apalagi sudah mulai memasuki kabut dan musim hujan
-Datanglah pada waktu siang atau pada saat cuaca cerah atau sebelum kabut

About the author

Seni Berjalan

2 Comments

Click here to post a comment