Seni Budaya

Semarak Jazz Batam

Rika Roeslan perform (Foto by Ist)
Rika Roeslan perform (Foto by Ist)
Rika Roeslan perform (Foto by Ist)

seniberjalan.com– Jazz bukanlah musik kelas atas. Ini hanya soal selera bro, siapa saja bisa menikmati jenis musik ini. Indonesia terbilang negara yang acap kali atau sering menyelenggarakan even-even Jazz. Sebut saja paling akbar, even Java Jazz.

Nah, di daerah-daerah kerap juga tuh ngadai tiap tahun, seperti festival Dieng dalam Jazz di Atas Awan kalau gak Jazz Gunung di Bromo. Mantep deh, apalagi didukung dengan lokasi dan suasana yang yahud. Cara nonton jazz yang beda!

Lain Jawa, lain pula Batam. Nyebrang kita. Di sini jazz juga dihidupkan melalui even-even jazz dari skala lokal hingga internasional. Kabarnya nih ya, jazz Batam dulunya diperkenalkan oleh Idang Rasjidi, senior alias bukan pemain lama di musik jazz.

Jazz di Batam mulai hidup sejak tahun 90-an meskipun evennya waktu itu masih skala kecil atau segilintir penikmat saja. Kemudian baru ramai evennya beberapa tahun ini, toh sekarang banyak anak muda yang gandrung sama musik ini.  Mungkin pengaruh Asean Jazz yang dua kali diadakan di Batam, sehingga Jazz lebih dikenal kalayak.

Even-even jazz di Batam sepertinya tidak lepas dari peran Batam Jazz Society, komunitas pecinta jazz Batam.  Beberapa bulan yang lalu dalam rangka peringatan hari Jazz Internasional yang jatuh setiap 30 April, Batam Jazz Society bekerja sama dengan Swiss-Belhotel Harbour Bay, dan Harbour Bay Downtown menghadirkan sajian musik jazz bertemakan Jazzmazing Kepri.

Kegiatan dipusatkan di pelataran depan Harbour Bay mall Batam. Siapa yang bermain?
ada Idang Rasjidi and friend, Rika Roslan, Imaniar, Idham Noorsaid, dan band-band jazz lokal lainnya yang tak kalah piawai memainkan musik jazz. 80 persen memang dari musisi lokal. Di Batam cukup banyak juga musisi jazznya atau aebanyak 12 band lokal memeriahkan Jazzmazing Kepri ini.

Menurut Ketua Batam Jazz Society, Hartojo kegiatan Jazzmazing Kepri ini ditargetkan dapat menggantikan Asean Jazz Festival yang sebelumnya pernah digelar 2 kali di Batam. Sayang banget Asean Jazz dihilangkan? ah dana bro!

“Kami ingin mengambil momen ini. Karena tahun-tahun sebelumnya ada Asean jazz di Kepri, tapi tahun ini dan tahun-tahun berikutnya, Asean Jazz tidak ada lagi. Kami ingin mengangkat minat jazz teman-teman lokal agar berkembang. Tak hanya sebagai penonton. Sebenarnya musisi lokal juga punya potensi besar, hanya saja tidak ditampilkan,” katanya.

Selain untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Kepri, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Batam.

Jazzmazing Kepri ini juga diisi oleh 6 band lokal. Mereka antara lain, D’Soul, Magna Charta, Bobby Brown, Tigo Mawon, Bob Quartet, dan Asaph.

Jazzmazing Kepri ini direncanakan akan menjadi kegiatan tahunan di Kepri. Kita tunggu yah even jazz Batam tahun depan!

©mero

 

About the author

Aru & Mero

Add Comment

Click here to post a comment