Seni Hiburan

Sepenggal Cerita Freddie Mercury dari Bohemian Rhapsody

foto: slashfilm

Seniberjalan.com – Sebelum film Bohemian Rhapsody tayang, film ini diprediksi sukses di pasaran dunia. Bahkan nyatanya berhasil meraup keuntungan hingga Rp 2 triliun lebih dari pemutaran film di seluruh dunia untuk film Biografi Musik.

Para penggemar Queen ada di garda depan sebagai penyambut pertama pada kerinduan akan sosok personil -personil Queen dan lagu-lagu idola mereka melalui film ini. Queen tampaknya asing bagi generasi masa kini terlebih generasi Z yang telah memasuki era-nya. Queen? band apa itu?

Syukur untuk kalangan generasi milenial yang masih sempat menggemari dan mendengarkan lagu-lagu Queen. Bagi generasi sekarang mungkin bisa sedikit mengenal Queen lewat Film Bohemian Rhapsody. Ya mana tahu mereka pernah mendengar beberapa lagunya yang masih diputar dalam berbagai momen.

queen

We Will Rock You dan I Want to Break Free adalah lagu-lagu yang nyatanya dinyanyikan oleh band pengibur paling dicintai penggemarnya di planet ini.”Oh jadi ini toh penyanyinya?”

Film yang disutradarai oleh Bryan Singer tersebut memang tidak sepenuhnya mengambarkan sisi kehidupan Freddie Mercury dan perjalanan Band Queen. Tapi di antara orang awam yang tidak tahu apa-apa tentang Queen malah memberikan ekspresi positif setelah menonton film ini : “Saya ingin nonton lagi”, “Film ini bikin terharu”. Begitu yang sempat didengar.

Bersyukurlah Rami Malek yang memerankan Freddie Mercury berhasil memainkan kinerjanya dengan baik. Beserta dukungan cast dari Ben Hardy (Roger Taylor), Joseph Mazzello (John Deacon), Gwilym Lee (Brian May), Lucy Boynton (Mary Austin) dan lainnya.

Para pengamat film juga memberikan reaksi yang positif untuk Bohemian Rhapsody. Terlepas juga ada yang mengkritik. Sebuah situs web film, Rotten Tomatoes memberikan rating 62 persen dalam masa pemutaran hingga pekan ini. Sementara versi audiensi memberikan angka 93 persen.

Artinya film ini berhasil memberikan daya tarik lebih dari sekedar menghibur lewat soundtrack-soundtrack Queen yang diperdengarkan layaknya menonton konser mereka.

Apalagi ketika lagu andalan mereka yang nyentrik berjudul Bohemian Rhapsody dinyanyikan kembali seperti membawa pada ketenaran mereka di tahun 1975. Memang, lagu yang terbilang panjang dengan memasukkan unsur opera, beberapa chorus, intro segmen ballad, rock dan kode reflektif sempat diragukan untuk diputar.

Meskipun begitu, lagu satu ini tetap diterima penggemarnya dan memberikan haru dalam konser-konser Queen seperti yang digamparkan pula dalam film ini.

Kisah panjang Queen tentunya tidak bisa dimuat hanya dalam hitungan jam saja dan terkadang harus mengkondisikan dengan kebutuhan tayangan film. Tapi bagi penggemar mereka, Queen apalagi sang vokalis yang bergaya flamboyan itu tetaplah istimewa melebihi apapun yang tak sepenuhnya tergambar dalam film tersebut.

Freddie adalah seorang gay dan menutup kejayaannya tahun 1991. Ia meninggal dunia karena mengidap AIDS. Freddie, sipemilik suara revolusioner akan selalu dikenang masa seperti lagu pamungkasnya, Love of my live.

 

 

About the author

Seni Berjalan

Sang Koboi Traveler

15 Comments

Click here to post a comment