Seni Wisata

Sepenggal Pantai Tersembunyi di Kampung Baru

seniberjalan.com__Kampung Baru seperti terperangkap dalam kawasan resort Lagoi, Bintan. Sedangkan kampung-kampung lainnya di sekitar itu, sudah lama berkompromi dengan pihak investor dan menjual tanah untuk pengembangan resort.

Masuk ke Kampung Baru cukup privasi bila melewati pintu masuk resort Lagoi. Harus melalui petugas keamanan. Kecuali warga di sana yang sudah terbiasa berlalu lalang, lewat dengan santai.

Tapi, ditemukan jalan lain menuju kampung ini, sayang kondisinya memprihatinkan, masih tanah, sedikit dan berlubang. Apalagi saat hujan, harus ekstra hati-hati bila berkendara di situ.

jalan tanah menuju kampung baru

Meskipun letaknya diapit dan akses ke sana susah, ternyata Kampung Baru menawarkan sepotong spot memantai dan berkemah. Pantainya masih satu garis dengan pantai-pantai Lagoi yang sudah dipoles cantik menjadi resort. Sepenggal space pantai itu seperti menjadi ‘nyawa landscape’ yang tersisa untuk Kampung Baru.

Pantai Kampung Baru terbentang lebar tapi tidak begitu panjang. Sudah di batas batu-batu antara resort disampingnya. Punya pasir pantai nan putih dan halus. Karena begitu halusnya gampang lengket di kulit. Sedangkan air lautnya pun jernih. Berwarna toska, garang saat panas terik.

inilah sepenggal pantai di Kampung Baru

Datang pada waktu siang memang terasa panas apalagi ingin bermain di pantai dan berfoto-foto. Sebaiknya menunggu waktu sore saja atau pada waktu pagi. Pantai ini lumayan menyejukkan. Saat malam justru terasa dingin. Hawa sejuknya, masih ditumbuhi semak berlukar yang menghijau beserta pohon nyiur yang ramai di depan pantai.

Saat memasuki kampung, sederetan pohon kelapa itu sudah menjadi pemandangan pembuka ketika melewati jalan setapak menuju pantai.Warga di sana masih senang bermain di pantai, terutama anak-anak muda. Ke pantai sekedar ingin bermotor-motoran dan membuat kebisingan. ‘Warga sebelah’ atau tamu resort sepertinya ikut memboyong kendaraan pantai seperti ATV ke sini. Terlihat dari jejak ban lebar yang tersisa di pasir pantai.

Lokasi pantai tidak jauh dari pemukiman penduduk Kampung Baru. Ada satu rumah yang di bangun menghadap pantai. Sayang, rumah ini sedang ditinggal pemiliknya. Di depan rumah itu rindang dengan banyak pepohonan. Halamannya menjadi alternatif tempat berkemah karena bisa mengaitkan hammock di pohon-pohon.

Tersedia pula pondok-pondok kecil untuk berteduh di sampingnya. Memang kondisinya mulai lapuk. Namun, masih berguna sebagai tempat duduk. Di sekitar pantai juga tersedia toilet tapi seadanya saja. Cukup membantu bagi pengunjung yang berkemah.

Menjelang sore pantai ini tidak banyak menawarkan pemandangan mengejutkan misalnya menunggu fenomena sunset. Lokasinya yang diapit bukit kecil dan resort membuat matahari bersembunyi di baliknya. Hanya tersisa warna petromak yang mewarnai perairan saat menjelang senja. Tapi suasana hening membawa betah di pantai itu.

Ketika malam tiba yang terlihat adalah pesona resort-resort di seberang. Dipercantik dengan lampu-lampu malam yang mewarnai. Memilih bermalam di pantai ini terbilang aman asalkan izin terlebih dulu pada warga setempat. Warga Kampung Baru ramah dan mau menerima tamu, yang penting pengunjung tetap menjaga kebersihan pantai dan tidak membuat keributan.

Malam hari, suasana sangat gelap meskipun ada pencahayaan dari satu rumah di depan pantai itu. Harus usaha mencari kayu bakar untuk membangun api unggun. Api unggun mampu membantu menghangatkan tubuh menjelang ketika dingin datang tengah malam.

Memasuki pagi, pantai ini mulai berisik dengan suara-suara ombak. Jangan harap dapat menyaksikan sunrise di sini, kondisinya sama, tertutup bukit-bukit. Cara menikmati pantai ini adalah memilih berenang saja.

Senja Kampung Baru

 

Konservasi Penyu

Ada tambahan pemandangan menarik dari Pantai Kampung Baru. Ternyata tempat ini merupakan tempat konservasi penyu.

Ketika masuk ke pantai, disebelah kanan tersedia rumah kelompok konservasi penyu ‘Lagoi Indah’ atau Bintan Sea Turtle Conversation. Rumah ini dapat digunakan sebagai tempat beristirahat atau berteduh. Di depannya tersedia kolam penampungan penyu.

Beruntung saat mampir, tersedia anak-anak penyu yang belum dilepas kelompok konservasi. Tak jarang sebagai bentuk kepedulian terhadap penyu ada pengunjung yang berdonasi untuk konservasi tersebut.

Johari, Ketua RT setempat menjelaskan, konservasi masih tetap dilakukan untuk menyelamatkan keberlangsungan habitat penyu. Tempat itu menurutnya juga menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara yang berasal dari tamu-tamu resort. Saat ini tak banyak penyu yang sedang konservasikan, namun warga Kampung Baru tetap berupaya melakukan konservasi di pantai itu.

Kampung Baru ingin menjadi Desa Wisata 

Meskipun sudah banyak Kampung yang sudah berubah menjadi resort, Kampung Baru hanya bisa bertahan dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki sebagai daerah wisata.

Berdasarkan penturan Johari, Kampung Baru berharap menjadi desa wisata. Hanya saja untuk mewujudkan impian itu butuh dukungan penuh dari pemerintah setempat.

” Bagaimana orang mau datang ke sini, akses jalan saja rusak, kami butuh bantuan pemerintah untuk memperbaikinya, agar pengunjung lebih mudah datang ke Kampung Baru,” ujar dia saat itu.

Lanjut Johari, pantai dan konservasi adalah daya tarik Kampung Baru. Saat ini menurutnya banyak wisatawan terutama asing berkunjung ke kampung itu.

” Mereka ingin mencari suatu yang baru, yang alami yang mungkin tidak pernah mereka lihat, banyak wisatawan dari resort yang dibawa ke sini untuk berjalan jalan,” tambah dia.

Kampung Baru juga bersiap menambah aktivitas dan atraksi wisata bila pemerintah dapat mendukung untuk mewujudkan desa wisata misalnya menyediakan kegiatan memancing atau kegiatan kesenian yang bisa dipertontonkan kepada wisatawan.

Johari juga berkeinginan membuka home stay bila ada pengunjung yang ingin bermalam di Kampung Baru. Dia pun tidak keberatan untuk mengajak warganya mewujudkan Kampung Baru sebagai Desa Wisata. Yang pasti mereka menunggu dukungan pemerintah tentunya.

 

Menuju ke sana

Untuk ke Kampung Baru lebih dekat dengan mengambil jalur pelabuhan roro Tanjung Uban. Waktu tempuh sekitar 1.5 jam. Kampung Baru berada di kawasan resort Lagoi. Saat sampai dipertigaan kawasan Lagoi, Anda bisa berbelok ke kanan atau ke kiri. Bila memilih belok ke kanan maka Anda harus melewati jalan tanah menuju Kampung Baru. Sedangkan berbelok ke kiri, Anda harus masuk ke kawasan resort Bayantree dan masuk dengan izin ke sekuriti. Saat ini belum tersedia angkutan umum menuju Kampung Baru. Tersedia rental mobil atau memilih membawa kendaraan sendiri. Untuk jalur jalan tanah, persiapkan kendaraan yang prima karena harus melewati jalan berkelok, berlobang dan sedikit terjal.

 

Tips

-Sebaiknya menggunakan motor bila memilih jalur jalan tanah

-Bawalah bekal secukupnya karena tidak ditemukan warung yang berjualan di sekitar pantai

-Datanglah lebih siang agar bisa melewati jalan dengan lebih mudah

-meminta izin pada warga setempat bila ingin bermalam atau berkemah

 

 

About the author

Seni Berjalan

Add Comment

Click here to post a comment