Seni Hiburan Seni Wisata

Seperti Apa Kondisi Mata Kucing Batam Saat ini?

Seniberjalan.com__Sejauh ini, Batam belum punya kebun binatang yang besar. Tapi bukan berarti Batam gak punya Kebun Binatang. Batam punya Kebun Bintang sekelas mini zoo. Kebun binatang ini tidak terlalu luas dan hanya ada sejumlah binatang saja.

Mini zoo yang di maksud adalah Kebun Binatang Mata Kucing. Kebun Binatang ini keberadaannya terbilang lama. Hingga sekarang, masih senang dikunjungi warga Batam pada waktu weekend. Terlebih pada saat hari libur nasional. Berbeda datang pada hari biasa, pengunjung tampak sepi.

gerbang masuk Mata Kucing

Kebun binatang ini dikelola secara pribadi. Sehingga pengelolalannya masih seadaanya. Hingga tahun ini jumlah binatang di Mata Kucing ini tidak ditambah. Bintang-binatang yang biasa ditemukan seperti buaya, burung, kera, monyet, ular, ikan dan sebagainya. Binatang-binatang tersebut di kandangkan kecuali untuk binatang jenis burung dibiarkan lepas dan bertengger di pohon.

Mata kucing terletak di Jalan Letjend R Soeprapto daerah Tiban Indah Palapa BI Blok E nomor 4 masih terlihat asri. Untungnya Mata Kucing masih bertahan meskipun tidak banyak yang berubah. Bila ditutup, Batam tidak punya mini zoo lagi. Ada beberapa sudut yang dibenahi, terutama arah pintu masuk dan lokasi parkiran.

3 kandang pertama yang berukuran besar, sekitar 3 meter x 4 meter keberadaannya juga masih sama. Di kandang ini terdapat binatang sejenis kera, jantan dan betina. Diantara binatang mamalia itu punya kebiasaan unik. Berisik bila meminta makan. Kandang pertama masih menjadi pusat perhatian pengunjung, terlebih bagi anak-anak karena terlihat senang menyaksikan bagaimana binatang tersebut beratraksi.

Sedikit berjalan ke dalam ditemui kandang reptil. Ada dua buaya di situ. Keberadaanya membuat terkecoh karena warna kulit buaya mirip dengan lingkungan tempat tinggalnya atau menyatu bersama warna lumpur. Ukuran buaya itu cukup besar, berdiam diri, tertidur di dalam genangan lumpur.

Selain buaya besar, di kandang lain ditemukan juga buaya berukuran kecil di dalam kandang yang di batasi jaring-jaring besi. Di atas jaring-jaring ini, seekor ular berdiam bergelantungan. Masih aman untuk mengamati binatang-binatang tersebut karena dikandangkan dengan jaring besi yang rapat.

Satu lagi yang perlu dikunjungi adalah kolam ikan. Lokasi kolam ini berada di arah belakang. Di kolam ini hidup berbagai jenis ikan seperti ikan bandeng, lele, juga arwana arapaima. Jumlahnya banyak. Kabarnya ada ikan yang panjang hingga 80 meter.

Paling terkenal ya ikan arwarna. Untuk menyaksikan arwarna kepermukaan anda harus memancing dengan memberi makan, seperti pelet.

Kolam Ikan Arwarna, sulit mengambil gambar, karena Arwarna merasa terusik bila didekati

Di pohon dekat gazebo ada tulisan yang bertuliskan bahwa ikan arwana arapaima ini memiliki kemampuan untuk membuang sial. Kalau Anda melihat empat ekor arwana meloncat keluar dari kolam, katanya Anda akan beruntung.

Di tengah kolam disediakan jembatan tali. Bila rela melintas dan membenamkan kaki, silakan mencoba dan tetap harus berhati-hati, karena tidak terlihat petugas yang berjaga di sekitar itu.

 

Arena bermain hingga kolam berenang gratis

Mata kucing dikelilingi Hutan Wisata. Udara sekeliling terasa sejuk. Sambil berjalan-jalan mengitari mata kucing lumayan asik. Mata kucing menyediakan arena bersantai seperti tempat duduk dan arena bermain seperti ayunan.

Di bagian belakang Mata Kucing di bangun kolam renang yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk berenang. Kolam renang ini disediakan gratis untuk pengunjung. Pada hari libur, lebih banyak remaja dan anak-anak yang berenang di sini. Kolam renam ini dilengkapi dengan spot untuk terjun meskipun tidak begitu tinggi.

Menuju ke sana

Untuk sampai ke sini belum tersedia kendaraan umum. Anda dapat menggunakan taksi atau kendaraan pribadi. Bisa ditempuh dari Sekupang maupun Batu Aji. Biaya masuk ke Mata Kucing Rp 10 ribu untuk anak-anak dan Rp 15 ribu untuk dewasa. Bawalah bekal dari rumah, karena meskipun terlihat warung di sini tampaknya hanya di buka di saat weekend.

warung kopi
area parkiran

About the author

Seni Berjalan

2 Comments

Click here to post a comment