Seni Hiburan

Kejutan di Balik Set Lokasi Half Worlds di Infinite Studios Batam

Bela, PR infinite studio menjelaskan beberapa film yang pernah dikerjakan di Infinite

 

Half World 2–sumber volcanpost.com

seniberjalan.com__Siapa sangka Film Series Half Worlds session 2 yang tayang di HBO, ternyata syutingnya dikerjakan di Batam? Benar, serial TV yang dibintangi artis Indonesia seperti Reza Rahardian, Arifin Putra dan melibatkan artis dari Thailand dan Filipina itu sebagian set lokasinya mengambil syuting di Soundstage 2 Infinite Studios, Batam.

Sekilas tentang Film Series Half Worlds merupakan Film disutradarai oleh Ekachai Uekrongtham dan dibantu oleh Joko Anwar, sutradara Indonesia yang berperan sebagai penulis naskah bersama Collin Chang. Film ini bertema klenik. Menggambarkan dunia bangsa demit modern dengan tokoh demit terinspirasi dari budaya klenik Indonesia.

Untuk mengenal lebih jauh gambaran set lokasi yang di bangun, kebetulan, Infinite studios Batam membuka kunjungan setelah proses syuting film usai. Film Half World 2 telah rampung syuting sejak Juli tahun lalu. Proses pembuatan film Half World 2 memang berlangsung singkat, sekitar 2 bulan. Sebulan, sebelum syuting di Batam pengambilan gambar dilakukan di Thailand.

 

 

gedung produksi film

 

Penasaran dengan set lokasinya? Mari telusur satu persatu labirin soundstage 2 Infinite Studios Batam. Sebelum masuk ke soundstage 2 sebagai lokasi syuting utama, terlebih dulu di bagian lobi diperkenalkan beberapa properti film berupa jam dinding raksasa, vespa dan motor perang.

 

properti film

 

Properti itu yang pernah digunakan film aksi Jepang, Joker Game dan film 1965. Kemudian, berjalanlah keseberang, masuk ke gedung bergaya minimalis bercar coklat dengan banyak jendela. Gedung ini berfungsi sebagai kantor produksi film.  Di sini memuat informasi tentang film-film yang pernah dikerjakan di Infinite, dipajang dalam foto-foto. Di kantor produksi ini juga terdapat ruang tata rias artis.

 

ruang tata rias

 

Soundstage 2 bisa ditelusuri dari kantor produksi. Setelah melewati lorong-lorong, kita akan menemukan labirin kayu yang menuntun pada ruang-ruang settingan dalam berbagai konsep futuristik. Mulai dari bar bergaya lama yang didisain dengan tambahan pipa-pipa seperti berada di bawah tanah. Rancangan yang memberi kesan bahwa dunia “underground” dari film Half Words benar-benar tergambarkan.

 

labirin soundstage 2, lokasi utama syuting

 

Material pembangun properti ruang itu terlihat mirip aslinya. Dindingnya terbuat dari triplek dan fiber, kemudian difinishing dengan sempurna seperti asli. Settingan lokasi yang tampak nyata, mampu menghasilkan sinemtografi yang keren. Suasana dari dunia kaum demit tampak berhasil digambarkan.

 

suasana yang muram dan lighting yang mendukung benar-benar memberi kesan yang menyeramkan

 

Di samping bar di bangun ruang fighting dengan settingan sepeti di Bangkok, hingga pada akhirnya menemukan ruang penyiksaan yang menyeramkan. Pintu masuk ruang penyiksaan berdinding penuh paku. Padahal semua itu hanya tiruan. Namun, pengunjung diingatkan berhati-hati ketika masuk ke dalam ruang ini.

Di ruang penyiksaan dibuat beraura gelap, dinding yang lusuh, lengkap kursi penyiksaan berbekas darah. Tempat itu berhasil mempermainkan pikiran, ini seram. Berdekatan dengan ruang penyiksaan, terdapat kamar-kamar yang mirip penjara dan gudang senjata. Semuanya bercahaya redup dan suasana yang lusuh. Meski seram, pengunjung tetap mengabadikan potret mereka di setiap sudut stage.

 

 

 

latar bar

 

fighting stage

 

 

Tersedia Studio outdoor

Selain menyediakan studio in door seperti soundstage 2, Infinite juga membangun studio outdoor berupa tata kota lama. Di bangun seperti kota-kota pecinaan di Bangkok. Studio outdoor ini mudah dirombak untuk keperluan berbagai syuting. Misalnya  pernah disetting untuk syuting film Serangon di Singapura. Desain kota tempo dulu ini dilengkapi dengan kafe-kafe, pertokoan, halte dan semua sisi yang menggambarkan sudut kota lama.

 

properti

 

Tentang infinite

​Infinite Studios Batam merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang animasi dan film. Berdiri sejak tahun 2005. Infinite ini menjadi salah satu studio film terbesar di Indonesia. Untuk industri animasi, Infinite memiliki 300 animator yang berasal dari berbagai kota, akhir tahun ini akan expan menjadi 450 animator.

Bidang animasi, Infinite berhasil mengharumkan Indonesia dengan memproduksi film animasi Meraih Mimpi (versi bahasa Inggris: Sing to The Dawn). Film ini ditayangkan di Indonesia, Singapura dan beberapa negara lain di Eropa. Tatsumi, fitur animasi yang disutradarai oleh Eric Khoo unggulan di Cannes ‘ di kategori Regard Uncertain, memenangkan Best Animated Feature di SITGES (Barcelona) dan masuk di Singapura dalam kategori Film Asing Terbaik untuk 2012 Academy Awards.

Sejak tahun 2006, Infinite Studios telah memproduksi serial TV untuk klien dari Inggris (Peter Rabbit) , Prancis (Garfield) dan Kanada (Franklin Turtle). Beberapa film berskala Internasional pun banyak yang di produksi di Infinite Studios Batam.

Dengan luas lokasi 10.8 Ha, memiliki 2 soundstage (studio indoor) berukuran 14.000 sq ft dan 30.000 sq ft, fasilitas yang dirancang secara khusus dapat melayani kebutuhan film dengan skala produksi pembangunan set yang besar. Infinite Studio juga menyediakan jasa produksi untuk produksi internasional sejak tahun 2012 sampai saat ini , telah menghasilkan ” Blackhat dibintangi Chris Hemsworth di Jakarta , film aksi Jepang ” Joker Game” , 20th Century Fox ” Agen 47 ” dan HBO TV Series Halworlds. Dan beberapa film lainnya yang telah diproduksi disini adalah Serangoon Road, dan Headshot (Memenangkan Grand Prix Nouveau Genre Award di International Feature Film Competition-France), Rumah Darah, dan Beyond Skyline.

Berbekalkan pengalaman dan menjunjung tinggi kualitas dari industri animasi dan film yang dihasilkan, Infinite Studios Batam akan menjadi salah satu studio yang terbaik di dunia.

trailer film Half World 2

 

About the author

Seni Berjalan

6 Comments

Click here to post a comment