Seni Wisata

Way Kambas Pilihan Wisata Safari Bandar Lampung

seniberjalan.com__Film bertema Traveler ‘The Naked Traveler’ pernah mengambil syuting film di beberapa objek wisata Bandar Lampung. Memang film ini tidak menyorot sebagian besar objek wisata di daerah itu. Meskipun begitu, setidaknya wisata Bandar Lampung telah diperkenalkan melalui media film.

Mendengar Bandar Lampung, mungkin yang terbayang di benak Anda adalah gajah. Benar, Bandar Lampung memang dikenal sebagai daerah konservasi gajah, tepatnya berada di Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Salah satu tempat lokasi syuting di Film The Naked Traveler. Film ini sempat menayangkan Paul yang diperankan Hamish Daud sedang menunggang gajah di TNWK.

Mau berwisata ke sana? Tak ada salahnya Anda mencoba menyambangi Taman Nasional Way Kambas (TNWK). TNWK atau disebut juga Pusat Konvervasi Gajah (PKG) termasuk daerah tujuan wisata yang direkomendasikan di Bandar Lampung atau menjadi bagian wisata safari daerah itu. Selain di Way Kambas, masih terdapat wisata safari lainnya berupa sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) di Minas, Riau. Namun, jumlah gajah yang ditemui di sini tidak banyak.

PKG berlokasi di ujung selatan Sumatera atau 110 km dari Kota Bandar Lampung. Tepatnya, berada di Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur. Singgah di PKG, Anda tidak hanya bisa menyempatkan untuk berwisata, tetapi juga bisa mengenal dan melihat langsung gajah-gajah Sumatra. Pembentukan PKG sebagai taman nasional mulanya untuk melindungi keberadaan gajah Sumatra. Pada umumnya memang gajah-gajah Sumatra dengan tinggi rata-rata memiliki sekitar 2-3 meter.

PKG didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1937. Awalnya sempat disebut sebagai Pusat Latihan Gajah (PLG) kemudian berubah nama menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG). Kini, PKG juga berfungsi sebagai tempat konservasi gajah mulai dari penjinakan, pelatihan dan perkembangbiakan. Diperkirakan ada sekitar 200 – 300 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranensis) di Taman Nasional ini.

Sebagai taman nasional, di PKG Anda juga bisa menemukan jenis binatang lainnya seperti monyet. Sepanjang jalan dari pintu masuk PKG monyet-monyet biasanya bebas berkeliaran. Mereka biasanya juga menunggu pengunjung yang lewat agar diberi makanan seperti buah-buahan.

PKG juga sebagai tempat konservasi badak Sumatra (penangkaran alami badak sumatera). Selain binatang, Taman nasional masih terbilang asri karena tumbuh berbagai pohon dan buah-buahan tropis hingga flora seperti cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan sebagainya.

Atraksi Gajah yang Menghibur

Datang pertama kalinya ke PKG cukup berkesan. Setiba ditempat, gajah-gajah tampak berkeliaran lengkap dengan pawang-pawangnya. Terlihat gajah menebar dimana-mana, berukuran besar, sedang dan kecil. Tampak pula gajah yang sengaja diikat agar pengunjung bisa melihat lebih dekat dan berkesempatan memberi mereka makanan.

Pengunjung yang ingin merasakan pengalaman menunggang gajah dan berfoto, sudah disediakan layanan menunggah gajah bersama pawang. Bila punya waktu singkat, Anda cukup berkeliling di tempat terdekat saja.

Sedangkan bila punya waktu banyak Anda bisa memilih berkeliling ke dalam hutan. Tentunya dengan berkeliling hutan Anda akan menemukan banyak gajah berkeliaran. Anda akan lebih mengenal tempat konservasi gajah dan berinteraksi langsung dengan gajah.

Untuk tarif berkeliling ditempat terdekat saja dikenakan biaya sekitar 20.000 selama 15 menit. Tracking ke Hutan dikenakan biaya sekitar 150.000, selama kurang lebih 1 jam.

Keasyikan lain yang paling ditunggu-tunggu adalah menyaksikan atraksi gajah. Di sebelah kiri PKG terdapat sebuah tempat pertunjukkan atraksi gajah. Sudah dilengkapi tribun untuk duduk pengunjung. Tempatnya masih sederhana, dan tidak begitu luas. Terbentang sedikit lapangan sebagai pentas pertunjukan gajah.

Biasanya atraksi di buka setiap jam 15.00 WIB. Namun, jadwalnya dapat dimajukan bila pengunjung cukup ramai berdatangan. Masuk ke pusat pelatihan gajah dikenakan biaya Rp 25 ribu per orang.

Satu-satu gajah mulai di keluarkan mulai ukuran kecil hingga besar. Gajah-gajah itu dijaga atau ditemani oleh masing-masing pawang. Untuk mengarahkan gajah-gajah itu, disediakan seorang komentator. Komentator ini bertugas memberikan tantangan-tantangan pada masing-masing gajah. Mereka siap memanggil nama-nama gajah yang sudah mereka namai seperti nama manusia.

Gajah-gajah tersebut tampaknya sudah sangat terlatih. Setiap perintah dari sang komentator selalu berhasil dilakukannya. Misalnya pada sesi pertama gajah-gajah itu diminta untuk berjoget dengan iringan musik dangdut. Mereka menggeleng-gelengkan kepala hingga menggerakkan belalai sesuai irama musik. Spontan, tingkah mereka pun memancing gelak tawa pengunjung.

Kepandaian lain yang ditampilkan gajah-gajah itu adalah kemampuan berhitung. Ada seekor gajah berukuran kecil atau masih belia yang bernama Julia yang menjadi pusat perhatian.

Gajah ini terbilamg cerdas karena mampu menentukan jumlah hitungan yang diperintahkan oleh komentator. Berbekal angka-angka yang sudah dipersiapkan di lapangan Julia dengan gampang menunjuk hasil perhitungan.

Pada sesi lain, gajah-gajah juga menunjukkan sedikit aksi sirkus sederhana seperti bermain bola, menurunkan bendera, bermain lingkaran dan berdiri di atas podium sambil menggendong pawangnya. Sesekali, komentator juga melibatkan penonton untuk mengajukan pertanyaan seputar gajah.

Sebagai apresiasi untuk gajah, tak jarang pengunjung berbaik hati memberikan makanan. Makanan seperti buahan-buahan dapat dibeli di pintu masuk PKG. Anda bisa membeli buah-buahan seperti pisang dengan harga yang relative murah.

Selain gajah, selama perjalanan dari pintu masuk menuju PKG, bekal buah-buahan tersebut juga bisa diberikan untuk kawanan monyet. Mereka telah siap menunggu pengunjung di tepi hutan, sepanjang jalan menuju PKG.

Sepertinya PKG juga tepat sebagai alternatif liburan keluarga, karena selain menghibur, pengunjung dapat membawa anak-anak dan mengenalkan gajah.

Carilah momen yang tepat untuk berkunjung

Bila Anda datang menggunakan kendaraan pribadi, waktu tempuh perjalanan ke sini sekitar 2 jam. Anda dapat datang lebih pagi dan punya waktu yang cukup lama untuk menikmati taman nasional. Datang pada waktu pagi, pengunjung berkesempatan melihat gajah dilepas para pawangnya. Suatu momen yang pastinya ditunggu-tunggu bagi seorang fotografer.

Selain pagi, waktu yang pas untuk mendapatkan potret yang berbeda adalah menjelang sore. Siluet saat gajah dan sunset mewarnai padang savana adalah momen epic yang jarang didapatkan. Kesempatan ini hanya bisa dilakukan bila Anda datang menggunakan kendaraan pribadi karena bisa menunggu atau datang pada sore hari.

Sedangkan bila menggunakan bus, Anda hanya berkesempatan berada di sana hingga pukul 14.00 Wib, pukul 15.00 wib bus harus kembali ke terminal Rajabasa Bandar Lampung.

Menuju ke sana

Waktu tempuh Bandar Lampung- PKG sekitar 3 jam. Kondisi jalan menuju ke sana banyak yang berlobang. Dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum berupa bus mandiri di Terminal Rajabasa Bandar Lampung. Setiap harinya hanya ada satu bus yang berangkat setiap pukul 08.00 wib di Terminal Rajabasa.

Untuk kembali pulang masih menggunakan bus yang sama, dengan waktu keberangkatan pulang dari PKG pukul 15.00 wib. Bus ini cukup nyaman, bersih dan ber- AC. Ongkos sekali pergi Rp 30 ribu. Sedangkan biaya masuk ke PKG sekitar 7.500 perorang, lalu dikenakan biaya Kontibusi Asuransi 2.000, Mobil 10.000 dan Parkir Mobil 10.000. Fasilitas yang disediakan di PKG sudah tersedia toilet, mushola dan warung makan.

 

 

About the author

Seni Berjalan

4 Comments

Click here to post a comment