Seniberjalan.com__Seperti biasa, untuk menghemat biaya perjalanan, seniberjalan memilih menggunakan motor untuk menemukan daerah tujuan wisata.  Terasa memudahkan, terlebih untuk menjangkau daerah tak strategis maupun yang tak dilalui kendaraan umum. Dengan cateran motor itu, seniberjalan bertolak ke Puncak Lawang, Maninjau, Sumatra Barat. Jalur yang diambil adalah dari Padangpanjang. Jarak Padangpanjang-Maninjau menempuh waktu perjalanan sekitar 1.5 jam.

Puncak Lawang merupakan dataran tinggi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Tempat ini menjadi daerah tujuan wisata dan dikenal sebagai spot penyelenggaraan olahraga paralayang. Bila berkenan wahana tersebut juga disewakan untuk pengunjung, asal mau merogoh kocek Rp 600.000-Rp 800.000 (bergantung nego harga). Sedangkan permainan lain yang bisa dicoba seperti outbond, flying fox, supercamp, paintball dan lainnya. Untuk Flying Fox per orang ditawarkan Rp 25.000/orang.

flying fox

Hal menarik saat datang ke tempat ini adalah suguhan pemandangan yang menyejukkan mata. Dari atas ketinggian 1.200 mdpl, Puncak Lawang menyuguhkan pemandangan negeri di atas awan. Memandang alamnya membawa kebetahan duduk berlama-lama di situ. Belum lagi udaranya yang dingin, lengkap sudah suasana.

Landscape utama Puncak Lawang Maninjau adalah pemandangan hamparan danau Maninjau beserta areal persawahan yang menghijau (kalau belum musim panen). Mungkin dengan ber-paralayang di atasnya pengunjung lebih puas menyaksikan pemandangan danau Maninjau lebih luas.

Kawasan Puncak Lawang Maninjau juga apik dengan pohon-pohon pinus yang menjulang. Diantara pengunjung memilih duduk-duduk sambil berfoto-foto di beberapa tempat itu.

Memasuki siang hingga menjelang sore, cuaca di Puncak Lawang Maninjau mulai mendingin. Kabutpun mulai menutup pemandangan danau dan puncak. Namun, suasana itu kadang tidak membuat pengunjung beranjak. Bahkan menjadikan momen berkabut sebagai waktu yang pas untuk mengambil foto.

 

–mero malala

About the Author

Seni Berjalan

Sang Koboi Traveler

View All Articles