Seniberjalan.com– Gunung Daik bercabang tige, patah satu tinggallah due, selamat datang di kabupaten Lingge, negeri Melayu berbudaye…

Sebuah pantun penyambut dari negeri ‘Tanah Bunda Melayu’ Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Dari negeri ini berdirilah sebuah gunung penuh histori, Gunung Daik.

Cipto, masyarakat setempat mengatakan bahwa Lingga memiliki beberapa gugusan gunung yang menjadi objek pendakian, di antaranya Gunung Sepincan di Desa Panggak Darat, Gunung Daik dan Gunung Tande di kelurahan Daik dan Gunung Muncung di Singkep Barat.

Gunung Daik merupakan gunung bercabang tiga, yang masuk pada gugusan laut Cina Selatan. Saat ini gunung tersebut menjadi daya tarik wisata di Lingga.

Gunung Daik 3 - Kabar Wisata - Seni Berjalan

(Foto : Ist)

 

Tips Mendaki Gunung Daik di Lingga

Seniberjalan sempat melakukan pendakian ke Gunung Daik. Untuk mendaki gunung ini perjalanan di mulai pada pagi hari.

Siapkan segala hal sebelum H-1, seperti jacket, jas hujan, tenda, logistik dan safety lainnya. Paling utama yang harus dipersiapkan adalah fisik karena perjalanan menempuh waktu kurang lebih selama 8 jam.

Belum lagi dikatakan Amran, pemandu wisata pendakian Gunung Daik bahwa dalam perjalanan terkadang cuaca tidak menentu, harus siapkan jas hujan.

Kemudian, safety seperti sepatu dengan pijakan berigi dan pakaian tertutup lebih dianjurkan karena 4 jam pertama biasanya harus berperang dengan pacet apalagi saat cuaca lembab atau hujan.

Jalur menuju Gunung Daik cukup menantang, tak hanya siap berjalan kuat tetapi harus sanggup mengatasi rintangan seperti melompati kayu besar dan bebatuan, menjaga kesimbangan di area licin.

Kita juga harus bersiap di area ketinggian, siap berpegangan erat dijalur kritis, karena kami menemukan jurang dengan bidang 90 derajat!

 

Lelah Terbayar dengan Keindahan Alam Lingga

Lelah memang, tapi semua terbayar ketika dari atas gunung bisa menyaksikan keindahan alam Lingga yang luar biasa sambil berkemah.

Berdasarkan informasi, bahwa puncak Gunung Daik yang bercabang tiga diumpamakan seperti gigi naga sesuai asal kata Lingge- ling (naga)_dan ge (gigi).

3 puncak tersebut memiliki sebutan tersendiri, tertinggi puncak Gunung Daik, Tengah puncak pejantan dan Terendah puncak cindai menangis.

(Foto : Ist)

(Foto : Ist)

Selain itu, kita akan menemukan 3 sungai lengkap dengan air terjunnya. Airnya jernih dan segar, sampai-sampai tak terelakkan lagi untuk segera mandi dan berenang.

Air alam ini juga menjadi stok air minum selama perjalanan. Hutan dan keberadaan tumbuhan di sini juga masih perawan, beragam dan benar dijaga sebagai hutan lindung.

Kita dapat menyaksikan keindahan alam yang masih asri dan hijau. Dalam keadaan cuaca cerah, berjalan menelusuri hutan terasa sejuk.

“Hutan ini termasuk hutan lindung jadi keberadaannya dipertahankan,”kata Cipto.

Bagi anda yang tertarik mencoba, Gunung Daik sebenarnya sudah di buka untuk wisatawan sejak lama. Bahkan untuk pendaki mancanegara.

Jika anda tertarik untuk menguji adrenalin di sini, siapkan fisik dan mental. Untuk informasi, biaya pemandu 1 orang Rp 200.000/perhari.

 

Akses ke Gunung Daik Lingga

Perjalanan dari Batam ke Lingga menempuh jalur laut, memiliki dua alternatif; Batam-Pinang-Pancur (Lingga) atau Batam-Dabo-Lingga. Lama perjalanan kurang lebih 5 jam dari Batam. So, Visit Kepri, Visit Daik!

©mero