Sudah lama tidak berkunjung ke Pantai Setokok. Saya lupa kapan terakhir kali mampir. Yang jelas sudah lama sekali.

Seingat saya, saya pernah datang dengan seorang teman pada waktu pagi. Suasananya damai sekali karena sepi dan tidak berisik.

Pantai Setokok menurut saya adalah pantai terdekat di kawasan Barelang. Berlokasi tidak jauh dari jembatan Tiga Barelang Batam.

Pantainya lumayan. Sekarang, setelah saya datang kembali ke sana, ternyata ada banyak perubahan.

Saya sempat meragukan saat memasuki pantai, apa benar tempat ini adalah pantai Setokok yang saya kunjungi beberapa tahun yang lalu?

foto: seniberjalan.com

Saya menemukan halaman yang dipagari untuk membatasi pantai Setokok dengan kawasan parkir. Seingat saya, dulu tidak ada pagar tembok itu.

Sementara, jalan masuk ke pantainya masih jalan tanah dan kondisinya sedikit memprihatinkan. Jalannya tidak rata. Motor mungkin bisa melewati jalan itu tapi kalau mobil sebaiknya parkir saja di depan pagar.

Setelah masuk, saya menumukan banyak perubahan, tentunya pembangunan fasilitas pantai.

Baca juga: Pandemi Belum Usai, Thailand Terima Wisatawan Mancanegara

Pondok di Pantai Setokok

Ada banyak pondok yang dibangun di pinggiran Pantai Setokok. Terbuat dari kayu, dibangun permanen agar pengunjung dapat beristirahat dengan nyaman.

Dulunya hanya berupa pondok seadanya dan jumlahnya tidak banyak. Saya lupa menghitung berapa jumlah pondok yang disediakan di situ.

Pondol-pondok itu saya lewati saja dan terus berjalan ke depan pantai. Dalam ingatan saya, Pantai Setokok adalah pantai dengan bibir pantai yang cukup luas.

Terlebih saat surut, kita akan lebih leluasa berjalan di atas pasirnya. Yang menariknya, pasir-pasir pantai akan membentuk sebuah pola dikala surut.

Di depan pantai saya menemukan jembatan. Jembatan yang terbuat dari kayu ini juga baru bagi saya.

Sepertinya spot itu menjadi tempat favorit untuk berfoto dengan latar belakang jembatan yang berwarna warni.

Gak masalah sih dengan berbagai penambahan fasilitas ini di Pantai Setokok, meskipun saya sebenarnya lebih suka menikmati pantai yang kondisinya masih alami.

foto: seniberjalan.com

Saya mencoba menikmati pantai Setokok. Tepat rasanya datang ke pantai itu pada sore hari dan hari kerja. Yak, pastinya sepi.

Pilihan pas menikmati pantai bagi saya adalah di sore hari dan di pagi hari. Mengapa? karena masih teduh, dan terik matahari belum terlalu kontras.

Dua suasana itu juga mendukung untuk pengambilan foto pemandangan. Saat itu saya mendapati Pantai Setokok dalam keadaan teduh dengan suasana menuju temaram.

foto: seniberjalan.com

 

Baca juga: Perairan Setokok, Ladangnya Ikan di Batam

Matahari segera terbenam. Sayangnya kita tidak bisa menyaksikannya di pantai ini. Hanya kedapatan pancaran warna petromaknya saja.

Sebelum keburu gelap, saya terus menyisir pantai ke arah kanan. Saya tertarik karena ada rumah masyarakat pesisir yang dibangun dengan kayu di atas perairan.

Tempat wisata ini memang berada berdekatan dengan rumah penduduk Setokok. Rumah-rumah di pesisir ini bagi saya adalah pemanis, apalagi untuk kebutuhan framing foto.

Di sore hari saya juga mendapatkan pemandangan para nelayan yang beraktivitas di laut dengan perahu kecilnya. Bagi saya datang ke pantai yang menenangkan, dengan pemandangan sesederhana itu sudah membuat hati damai.

Meskipun saya juga sudah cukup puas dengan pemandangan pantainya yang terbilang bersih dan berpasir putih.

 

Sewa Pondok dan Biaya Masuk ke Pantai Setokok


foto: seniberjalan.com

Jika ingin berlama-lama di sini kita bisa mengambil alternatif dengan beristirahat di pondok-pondok. Biaya sewa pondok Rp 30 ribu.

Saya juga menemukan kedai di depan pondok tapi sepertinya tidak dibuka pada hari biasa. Pantai Setokok juga sudah dilengkapi dengan fasilitas toilet meskipun kondisinya masih seadanya.

Masuk ke sini membayar Rp 5 ribu perorang. Saya kurang tahu apakah sudah termasuk biaya parkir. Soalnya petugas penjaga pantai tidak memungut biaya parkir saat itu.