Tahukah kamu? Wisatawan Singapura jarang sekali berjemur di pantai atau menikmati wisata alam Batam. Jadi, apa sebenarnya yang mereka cari?
Batam, Indonesia–Bagi warga Singapura, pulau ini adalah surga kecil yang letaknya begitu dekat. Hanya dengan ferry sekitar satu jam perjalanan, mereka sudah bisa melepas penat dari hiruk-pikuk Negeri Singa.
Menurut data BPS Batam, per Juli 2025 tercatat 58.488 wisatawan asal Singapura berkunjung ke Batam. Jumlah ini menempatkan Singapura sebagai penyumbang wisatawan terbesar, bahkan mengalahkan Malaysia di posisi kedua.
Wisatawan Singapura jarang sekali berjemur di pantai atau menikmati wisata alam Batam. Jadi, apa sebenarnya yang mereka cari?
- Pertama, Refleksi dan Spa.
Batam sering disebut sebagai surganya refleksi dan spa. Kawasan Nagoya adalah spot paling populer. Alasannya sederhana: harga jauh lebih murah dibanding Singapura, tapi pelayanan tetap memuaskan. Nggak heran, aktivitas pijat sudah jadi agenda wajib setiap akhir pekan.
Baca juga: Sarapan Batam: Nasi Lemak Biru di Mentari Kopitiam
- Kedua, Seafood Segar.
“Kalau sudah selesai relaksasi, wisatawan Singapura biasanya langsung berburu kuliner. Menu andalan? Tentu saja seafood! Dari Harbourbay, Bengkong, Tiban, sampai Piayu—deretan restoran populer seperti Love Seafood, Golden Prawn, hingga Tanjungriau, selalu jadi pilihan. Rasanya fresh, porsinya besar, dan yang paling penting… harganya ramah di kantong. - Ketiga, Belanja.
Batam juga dikenal sebagai surga belanja oleh-oleh. Dari mal besar seperti Grand Mall Batam, sampai pusat belanja Top 100, wisatawan Singapura biasanya memborong makanan, terutama kue lapis khas Batam. Bagi mereka, ini bukan sekadar belanja, tapi juga cara membawa pulang sedikit kenangan dari Batam.
Singkatnya, bagi warga Singapura, Batam bukan tentang pantai. Batam adalah tempat untuk memanjakan diri: pijat, makan enak, dan belanja puas. Inilah alasan mengapa setiap akhir pekan, Batam selalu ramai dengan turis Singapura.”
Baca juga: Sarapan Batam: Nasi Lemak Biru di Mentari Kopitiam



