Batam, Indonesia_Dulu, di sudut sunyi Sekupang, Batam ada pantai bernama Dangas. Ia bukan destinasi unggulan, tapi bagi warga lokal terutama di sekitar Kelurahan Patam Lestari, Pantai Dangas adalah tempat pelarian dari rutinitas.
Hanya butuh beberapa menit dari rumah untuk duduk di bawah rindangnya pepohonan, menatap kapal tanker berlalu di kejauhan, atau sekadar membiarkan kaki tersapu ombak kecil yang berkejaran di bibir pantai.
Kini, Pantai Dangas tinggal nama.
Beberapa waktu lalu, saat kembali ke lokasi pantai tersebut, yang ditemukan bukan lagi debur ombak atau pondok-pondok kecil di tepi pasir. Yang berdiri di hadapan adalah pagar tinggi berbalut reklame properti.
Belum ada pernyataan resmi mengenai alih fungsi lahan ini. Namun, kuat dugaan, kawasan ini telah berpindah tangan ke investor properti. Fenomena yang sayangnya bukan hal baru di Batam.
Memang dalam satu dekade terakhir, pesisir dan bukit-bukit di Batam terus tergerus pembangunan.
Pantai-pantai kecil yang dulunya bebas diakses publik perlahan berubah menjadi bagian dari kawasan resort, pelabuhan, atau perumahan elite.
Dampak “pembangunan asal” ini terus dirasakan warga Batam, banjir kini menjadi langganan tiap kali diguyur hujan.
Sementara kebutuhan ruang terbuka publik justru makin tinggi, terutama di kota pulau seperti Batam yang dikelilingi lautan namun semakin sulit menjangkau pantainya.
Baca juga: Batu Belubang, Lingga, Desa Khatulistiwa Jadi Titik Singgah Yachter Internasional
Pantai Dangas Tinggal Kenangan
Pantai Dangas punya pesona yang tidak mencolok, tapi cukup untuk membuat siapa pun betah berlama-lama.
Ketika sore datang dan air laut mulai surut, pasir terbuka luas, menghadirkan ruang bermain untuk anak-anak, atau sekadar ruang kontemplasi bagi orang dewasa.
Di satu sisi tampak garis pencakar langit Singapura, kalau tak tertutup kabut landscapenya cukup menjadi penghibur mata.
Sayangnya, karena pengelolaan yang selama ini masih sederhana dan promosi yang minim, Pantai Dangas tak sempat menjadi nama besar di antara pantai-pantai Batam lain seperti Tanjung Pinggir atau Melayu Barelang.
Namun bagi warga lama Batam, pantai yang berdekatan dengan bukit Harimau ini dulunya sangatlah ternama.
Kemudian tempat itu kini hanya tersisa dalam ingatan dan mungkin dalam dokumentasi lama para pengunjung. Foto-foto yang menangkap keriangan masa lalu, pasir yang bersih, dan pemandangan laut yang menenangkan.
Pantai Dangas telah hilang, setidaknya dari pandangan mata. Tapi, di kepala banyak orang yang pernah menapakkan kaki di sana, ia tetap hidup sebagai ruang teduh pelepas penat.
Baca juga: Mengenal Tarempa, Desa Pesisir Terbesar di Kabupaten Anambas
Lokasi Pantai di Maps






