Seni Wisata

Sekeling, Pulau Mayat yang Mempesona

seniberjalan.com_Sekitar pukul 14.30 Wib kapal ikan dari Desa Batuberlubang menepi di pelabuhan rakyat Desa Cempah. Hanya ada beberapa orang yang menaiki kapal itu setelah turun dari kapal Ferry Batam untuk melanjutkan perjalanan ke Batubelubang.

Kapal ikan itu bukanlah kapal reguler yang tiap kali mengantar penumpang ke Batubelubang. Hanya karena permintaan atau kebetulan ada pengunjung yang ingin ke sana saja.

Desa Batubelubang dan Desa Cempah adalah desa-desa yang masuk ke dalam Kabupaten Lingga. Sebagai kabupaten yang terbentuk pada tahun 2003 di Kepri. Untuk ke Batubelubang memang harus melewati Cempah dulu karena Ferry dari Batam menuju Batubelubang alternatifnya harus turun di Cempah.

Cempah dan Batubelubang hanyalah tempat persinggahan untuk mencari pulau cantik yang berdekatan dengan laut Cina Selatan. Orang sekitar itu menyebutnya Pulau Sekeling atau Pulau Mayat. Sebuah nama yang kedengaran menyeramkan memang. Di sebut mayat karena menurut masyarakat setempat dari kejauhan pulau itu seperti mayat yang berbaring. Kenyataanya bertolak belakang dengan bukti keindahan yang bisa kita temukan di sana nanti.

Sekitar 45 menit perjalanan akhirnya sampai di pulau yang berjarak sekitar 2 mil dari garis khatulistiwa ini. Bila ingin mengunjungi garis khatuliswa dari sini harus menuju selatan.

Suasana alam yang mulai menuju sore memberi kesan hangat pada pemandangan pulau itu di kejauhan. Sebelum merapat, di tengah cahaya matahari yang mulai turun terlihat banyak kapal layar (yacht) yang stand by yang membentuk siluet di beberapa titik perairan Sekeling.

Kebetulan ketika datang memang sedang berlangsung event tahunan yacht ke 8 di situ atau dikenal dengan Neptune Regatta 2018. Kapal-kapal yacht menambah pemandangan baru yang melengkapi keindahan Pulau Sekeling. Seperti pulau privat yang berkelas. Padahal pulau tersebut adalah milik warga setempat yang bisa didatangi siapa saja. Tapi kecantikannya sudah diperkenalkan oleh para yachtsmans kemancanegara lewat beberapa kali event Neptune Regatta ini.

Sekeling Pesona yang Masih Alami

Pesona alam Sekeling masih alami. Pulau ini berbentuk memanjang. Diperkirakan luasnya mencapai 20 ha lebih. Pasir Pantai Sekeling begitu halus dan putih bersih. Apalagi air lautnya begitu bening. Di tepian ronanya toska sedikit ke tengah bergradasi biru.

Sekeling merupakan pulau dengan pantai cukup landai. Luwes bermain dipasirnya atau berjalan dan berlarian sepuasnya. Pada saat siang hawanya sedikit panas, meskipun disekeliling pantai ini rindang dan banyak tumbuh pepohonan.

Pada sisi kiri pantai tipikalnya sedikit berbatu. Di sini ditemui batu-batu karang dengan kondisi laut yang sedikit beriak. Untuk di tepian saja cukup aman untuk berenang. Namun, karena terletak berdekatan dengan Laut Cina Selatan, perairan Sekeling terbilang bergelombang gila terutama arus bawahnya.

Dari sisi depan gelombang laut Sekeling terkadang cukup menenangkan tapi berbeda ketika Anda menyisir pulau ini hingga ke belakangnya. Dalam kondisi musim angin utara yang belum usai ditambah gelombang laut di belakang Sekeling yang ekstrem sebaiknya urung niat untuk berenang di tempat ini. Tapi tidak perlu kuatir, pesona pantai belakang Sekeling juga tidak kalah membuat decak kagum, masih bisa dinikmati dengan bersantai di tepian saja.

Pulau Favorit para Yacthmans

Sebagai daerah yang jauh dari keramaian dan belum merata mendapatkan akses jaringan seluler dan internet, pulau ini sangat direkomendasikan untuk yang ingin menenangkan diri atau menikmati pantai tanpa gangguan gadget.

Dengan kondisi yang masih alami, pulau ini baru ditambahkan dermaga kecil dan pelantar untuk mendukung event Neptune Regatta. Para yacthsman ini begitu mengangumi pulau tersebut. Mereka mengaku jatuh cinta sejak menemukan Pulau Sekeling 8 tahun lalu dan menetapkan sebagai tempat favorit untuk menggelar event tahunan Neptune Regatta dari tahun 2010 hingga 2018.

Pulau Sekeling sudah masuk ke dalam pulau destinasi wisata andalan Kabupaten Lingga. Dengan event Neptune Regatta setidaknya telah membantu pemerintah setempat mempromosikan pulau tersebut ke mancanegara. Khusus tahun ini, melalui dinas pariwisatanya Neptune Regatta disambut hangat dengan menggelar pembukaan acara langsung di Sekeling dan turut serta mengundang warga setempat. Sebagai bukti mereka welcome dengan event tersebut.

Selain cantik, perairan sekitar Sekeling dikenal dengan ombak yang liar dan angin yang kencang. Sangat cocok untuk kebutuhan lomba perahu layar yang digerakkan mengandalkan kekuatan angin.

Belum lagi posisinya yang dekat dengan khatulistiwa, menyaksikan sunset di tengah laut begitu sempurna dari Sekeling. Selama ini warga sekitar juga turut mempromosikan pulau tersebut melalui acara karang taruna. Sesekali melakukan kegiatan tertentu di Sekeling seperti penanaman Kima.

Pemda Lingga berinisiatif memasok listrik dan internet ke pulau tersebut namun para yachtmans menolak agar pulau itu tetap dibiarkan seperti adanya tanpa ditambahkan fasilitas itu.

Sementara ini, dengan bantuan para yachtmans di bangun beberapa pondok jerami di depan pantai Sekeling. Pondok itu di bangun sebagai penginapan selama mereka berada di Pulau Sekeling. Di bagian belakang di bangun pula toilet seadanya dengan bahan jerami.

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Sekeling bila memutuskan untuk berlabuh di pulau ini, misalnya berenang, camping, hingga memancing. Perairan Lingga dikenal dengan perikanan yang cukup melimpah. Termasuk di Pulau Sekeling. Sesekali kita akan digoda dengan ikan yang melompat-lompat ke permukaan.

Di sekitar Sekeling kita juga dimanjakan dengan pemandangan berbagai pulau lainnya. Pulau-pulau lainnya yang bisa disinggahi adalah Pulau Koka dan Jata. Atau bila ingin berbaur dengan warga di sana Anda bisa datang ke Batubelubang. Di sekitar pulau ini tak jarang masih ditemui warga suku laut Lingga.


Menuju ke Sana

Menuju Pulau Sekeling Anda harus mempersiapkan budjet yang cukup. Selain jauh, belum tersedia transportasi umum reguler ke sana. Sehingga harus menyewa boat warga setempat untuk antar jemput dari Cempah.

Dari Batam perjalanan di mulai dari Pelabuhan Punggur. Naiklah kapal menuju Lingga. Setiap hari hanya ada 1 ferry yang berangkat. Ongkos ferry Rp 240 ribu.

Dari Punggur turunlah di desa Cempah. kemudian melanjutkan naik perahu/kapal kayu yang disewa menuju Pulau Sekeling. Persewaan Rp 700 ribu PP.

Untuk penginapan, Anda bisa memilih menginap di pulau atau menumpang di rumah warga di Desa Batubelubang. Waktu tempuh Batubelubang ke Sekeling sekitar 30 menit dengan menggunakan pompong.
Tip

-Pastikan jadwal keberangkatan Ferry. Karena jadwalnya bisa berubah bergantung keadaan cuaca
-Bawalah uang yang cukup karena sangat sulit menemukan mesin ATM
-Bawalah penerangan bila memutuskan menginap di Sekeling karena dipulau ini belum tersedia listrik
-Sediakan sublock, pada saat siang kondisi pantai sangat terik

-Sediakan perlengkapan dan kebutuhan menginap yang memadai termasuk stok makanan

About the author

Seni Berjalan

22 Comments

Click here to post a comment