Apa minuman khas Batam yang wajib dicoba? sebagai kota industri yang berseberangan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Batam punya budaya kuliner yang unik, termasuk ragam minumannya.

Di balik hiruk-pikuk pelabuhan internasional dan deretan kafe modern, kedai-kedai kopi tradisional di Batam bertahan sebagai lokasi berkumpulnya orang-orang sambil meneguk segelas kopi.

Baca juga: 5 Restoran Sup Ikan di Batam

Kedai kopi berubah menjadi lokasi favorit bagi warga Batam yang dapat melahir ide dan obrolan-obrolan bisnis. Jadi, apa saja minuman khas di Batam yang biasanya mereka pesan?

1. Teh Tarik

Teh tarik terbilang minuman khas di Batam. Campuran teh dan susu kental manis yang “ditarik-tarik” dari satu gelas ke gelas lain menciptakan busa lembut di permukaannya. Proses ini tampak unik, tujuannya mungkin saja menyatukan rasa teh dan susu sampai menciptakan buih di gelas.

Teh Tarik Batam_seniberjalan

Teh Tarik Batam_seniberjalan

Sekilas, teh tarik Batam mirip dengan racikan minuman di Singapura dan Malaysia, tak heran mengingat kedekatan geografis dan sejarah migrasi masyarakat Melayu. Bedanya hanya dari rasa manis, teh tarik Singapura cenderung tidak terlalu manis.

Sementara di Batam, teh tarik kerap disajikan dengan aroma teh yang lebih kuat dan manis. Kadang tehnya sedikit lebih kelat.

Kamu bisa menemukannya dengan mudah di kedai legendaris seperti Morning Bakery, Mi Tarempa, atau Kedai Kopi Anambas.

Baca juga: Jejak Rempah dalam Segelas Teh Tarik Batam

2. Teh O

Berbeda dengan teh tarik yang creamy, Teh O adalah teh pekat yang disajikan hangat dalam gelas besar. Istilah “O” dalam sebutan ini dipercaya berasal dari pengaruh dialek Hokkien, di mana “O” berarti hitam.

Teh O/seniberjalan

Teh ini biasanya diseduh menggunakan teh bubuk dengan aroma khas, kadang diberi sentuhan kayu manis.

Cocok dinikmati di pagi hari sambil menyantap roti bakar selai srikaya atau kudapan lokal lainnya. Jenis minuman ini lebih muda ditemukan di kedai kopi tradisional dan restoran di Batam.

3. Teh Obeng

Jika kamu mendengar orang Batam memesan “teh obeng”, jangan bingung. Bukan jenis teh aneh atau memang obeng benaran, melainkan sebutan lokal untuk es teh manis di sini.

Nama “obeng” berasal dari pelafalan dialek Tionghoa atau istilah kopitiam Hokkien: “Apeng atau peng” berarti es/berbatu es. Istilah ini disebut-sebut mulanya berasal dari Singapura.

Teh Obeng Batam_seniberjalan

Teh Obeng Batam_seniberjalan

Lama-lama Teh Apeng dilafalkan menjadi “teh obeng” oleh masyarakat Batam–Kepri.

Segelas teh obeng dingin jadi penyelamat di tengah cuaca tropis Batam yang terik. Biasanya disajikan sederhana: teh hitam pekat, gula ditambah es batu.

Baca juga; 6 Restoran Sup Ikan Terbaik di Batam

4. Kopi O

Batam punya tradisi kopi yang kuat, dan salah satu yang paling populer adalah Kopi O. Ini adalah kopi hitam pekat tanpa campuran susu, biasanya menggunakan biji robusta. Rasa kopinya cenderung bold, kadang sedikit pahit.

Kopi O Batam_seniberjalan

Kopi O Batam_seniberjalan

Uniknya, beberapa kedai kopi tradisional menambahkan mentega saat menyangrai biji kopi, untuk menghasilkan aroma gurih dan tekstur yang lebih lembut.

Akan tetapi setiap kedai punya karakter rasa berbeda, menjadikan ritual minum kopi O begitu variatif di Batam.

Baca juga: Gurihnya Nasi Lemak Khas Batam di Kedai Kopi Ameng

5. Kopi Susu

Bagi yang tak terlalu kuat dengan kopi hitam, kopi susu adalah pilihan ideal. Robusta sangrai khas Batam dipadukan dengan susu kental manis, menghasilkan cita rasa seimbang antara pahit dan manis.

Kopi susu Batam_seniberjalan

Kopi susu Batam_seniberjalan

 

biji kopi_seniberjalan

biji kopi_seniberjalan

Kopi susu di Batam bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari budaya nongkrong. Pebisnis, pekerja, hingga wisatawan sering terlihat duduk berjam-jam di kedai kopi sambil menyeruput kopi susu, ditemani roti bakar selai srikaya, luti gendang (roti isi abon khas Batam), atau camilan tradisional lainnya. Jadi kamu tertarik mencoba minuman yang mana?

About the Author

Eliza G

Founder and Writer

Travel and Photo Enthusiast, Local Tourism Observer

View All Articles