Batam_Kalau bicara soal sarapan di Batam, satu menu yang tak boleh dilewatkan adalah nasi lemak. Makanan berbasis santan ini memang punya banyak kesamaan dengan nasi uduk dari Jawa, tapi jangan salah, rasa dan aromanya punya ciri khas tersendiri, terutama di Batam dan wilayah Kepulauan Riau.
Nasi lemak khas Batam dimasak dengan santan untuk menjaga ketahanan nasi agar tetap lembut meski disantap berjam-jam kemudian.
Nasi lemak pertama kali disebutkan dalam buku “The Circumstances of Malay Life” karya Sir Richard Olof Winstedt pada tahun 1909, yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Melayu di era kolonial. Sehingga hingga saat ini nasi lemak sudah menjadi makanan populer warga Melayu, termasuk di Malaysia dan Singapura.
Ketika bangsa Melayu bermigrasi ke berbagai wilayah Nusantara, terutama di era kolonial, mereka turut membawa serta budaya kuliner ini. Tak heran jika nasi lemak populer di wilayah pesisir seperti Riau dan Kepulauan Riau, bahkan hingga kini menjadi hidangan sarapan favorit masyarakat di Batam dan sekitarnya.
Baca juga: Begini Asal Usul Mie Tarempa, Makanan Favorit Warga Batam
Meskipun diakui secara resmi sebagai hidangan nasional Malaysia, nasi lemak juga sangat lekat dalam identitas kuliner masyarakat Indonesia bagian barat, terutama suku Melayu yang mendiami Kepri.
Cita Rasa Nasi Lemak Khas Batam
Berbeda dengan nasi uduk yang menggunakan berbagai rempah seperti daun salam dan daun jeruk, nasi lemak di Batam lebih wangi karena dimasak dengan santan dan daun pandan.
Di beberapa tempat, kita bahkan bisa menemukan varian nasi kuning, nasi lemak yang tampil lebih cerah dan menggugah selera.
Lauknya khas Melayu: telur balado atau ayam balado, lengkap dengan tempe goreng kering atau kentang balado. Rasanya gurih, sedikit pedas, dan mengenyangkan.
Nasi Lemak Favorit di Kopi Ameng
Salah satu tempat ikonik untuk menikmati nasi lemak di Batam adalah Kopi Ameng, terutama di cabang Nagoya 888. Tempat ini terkenal dengan nasi lemaknya yang sederhana tapi kaya rasa.
Kita bisa pilih lauk sesuai selera. Kalau ingin versi ringan, cukup pesan yang pakai telur balado saja. Tapi kalau perut lagi lapar maksimal, bisa langsung ambil paket dengan ayam balado yang nendang.
Baca juga: Cerita Dibalik Sebungkus Nasi Dagang Batam
Yang bikin tambah lengkap adalah minuman khasnya, teh tarik dingin atau teh obeng (es teh manis khas Melayu). Kombinasi ini sudah jadi andalan banyak orang, terutama yang sering nongkrong pagi-pagi di kedai kopi Batam.
Dengan harga sekitar Rp17.000, kamu sudah bisa dapat sepiring nasi lemak hangat plus dengan telur balado yang mengenyangkan.





