Batam kehilangan satu destinasi favorit untuk pencinta hiking dan wisata alam. Telaga Bidadari, yang selama bertahun-tahun menjadi tempat pelarian warga dari hiruk pikuk kota, resmi ditutup oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Mengapa Ditutup? BP Batam beralasan, penutupan dilakukan demi melindungi Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Muka Kuning. Aktivitas pengunjung di sekitar telaga dikhawatirkan mencemari sumber air yang menjadi penopang kebutuhan utama air bersih masyarakat Batam.
Baca juga: 5 Minuman Khas Batam yang Wajib Kamu Coba
Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Sumber air di Batam hanya bergantung pada curah hujan yang ditampung di enam waduk besar. Satu gangguan kecil saja bisa memengaruhi kualitas pasokan air baku untuk lebih dari dua juta penduduk.
Namun, keputusan ini menimbulkan tanda tanya. Jika memang rawan, mengapa penutupan baru dilakukan sekarang?
Apalagi, Telaga Bidadari bukan hanya dikenal karena keasriannya, tapi juga menyimpan catatan kecelakaan, termasuk kasus pengunjung tenggelam.
Jejak Wisata Alam yang Kini Hanya Tinggal Kenangan
Bagi para pendaki, Telaga Bidadari bukan sekadar telaga. Perjalanan menuju lokasi yang memakan waktu sekitar 20–30 menit menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Jalur setapak menembus hutan yang masih rimbun, udara segar, hingga bunyi serangga yang bersahutan, semua seakan terapi alami bagi tubuh dan pikiran. Hadiah terbesar tiba saat menemukan air terjun kecil setinggi tiga meter. Di sinilah puncak keseruan.
Banyak pengunjung tak tahan untuk langsung menceburkan diri, bahkan mencoba melompat dari tebing alami. Sayangnya, tanpa pengawasan, sensasi itu kerap berujung bahaya.
Dengan potensi alam seperti ini, Telaga Bidadari sebenarnya bisa dikembangkan sebagai wisata minat khusus: hiking, eco-tourism, hingga adventure trip. Sayang, polemik air bersih membuat langkah itu sulit terwujud.
Baca juga: 5 Pilihan Tempat Kemping di Batam
Alternatif Rute Hiking di Batam
Bagi warga yang masih haus akan rekreasi alam, pilihan memang terbatas. Namun selain Telaga bidadari, Batam masih punya Panbil Nature Reserve bisa menjadi alternatif rute hiking, meski tiket masuknya tidak semurah Telaga Bidadari.
Sementara itu, Telaga Biru di Tiban kini jadi tujuan lain yang mulai dilirik pendaki. Berbeda dengan Telaga Bidadari, Telaga Biru menawarkan rute yang lebih menantang dengan jalur sedikit terjal.
Meski tak ada air terjun, pengunjung disuguhi dua waduk luas, satu dalam dan satu dangkal. Saat kondisi air jernih, berenang di sini memberi pengalaman yang tak kalah menyenangkan.
Namun pertanyaan yang sama kembali muncul: akankah Telaga Biru juga bernasib serupa? Jika keberadaannya dianggap mengancam sumber air, bukan tidak mungkin destinasi ini juga ditutup.
Batam Butuh Lebih Banyak Tempat Rekreasi
Keputusan BP Batam menutup Telaga Bidadari menyoroti dilema klasik: menjaga keberlanjutan sumber daya alam atau membuka ruang rekreasi bagi masyarakat. Warga Batam jelas membutuhkan lebih banyak pilihan wisata alam, terlebih di tengah padatnya kehidupan perkotaan.
Solusinya mungkin bukan hanya menutup, melainkan mengatur dan mengawasi. Dengan tata kelola yang baik, kawasan seperti Telaga Bidadari bisa menjadi destinasi ramah lingkungan tanpa mengorbankan kualitas air.
Untuk sementara, keindahan Telaga Bidadari hanya akan tersimpan di memori para pendaki yang pernah menapaki jalurnya.







Wah, ditutup ya
Hiks pasti banyak yang sedig ya
Padahal tempatnya cantik sekali
iya terpaksa harus ditutup
meskipun pasti banyak pengunjung yang kecewa pasti karena tempat wisata jadi berkurang, namun kalau melihat alasannya sepertinya semua orang akan mengerti karena demi kepentingan masyarakat banyak.
Sedih sekali kalau ada tempat wisata yang tutup.
Bukan dikelola secara mandiri aja gitu yaa.. ((pihak swasta)) karena biasanya lebih profitable yang pastinya konsekuensinya, semua kudu memberikan yang terbaik. Yaa, bagi alam dan bagi wisatawan.
Menurut daku kurang asik sih kalau misalnya sumber air kehidupan terus dijadikan tempat rekreasi juga, ya karena bakalan mengganggu kualitas kebutuhan air untuk hidup.
Dan bener, lebih baik dibuat tersendiri tempat wisata airnya, sehingga telaga bidadari ini bisa fokus untuk sumber air
Bagus banget namanya, Telaga Bidadari. Emang airnya juga jernih dan view sekitarnya ijo-ijo, bikin adem mata memandangnya. Sebenarnya sayang kalau ditutup, bisa dikembangkan lebih jauh kalau penanganannya tepat.
Beberapa kali ke Batam tapi belum pernah nyoba wisata alamnya termasuk trekking.. Selalu di tengah kotanya aja.. Ternyata Batam sebenarnya punya wisata alam yang bagus juga ya.. Sayang sebenernya ditutup tapi kalau untuk kepentingan masyarakat luas memang mesti didukung, ya.. Untungnya masih ada alternatif wisata alam lainnya..
Jujur pas ke Batam tuh aku nggak familiar sama nama telaga bidadari lho kak. Dan, aku nggak nyangka kalau di Batam juga ada tempat untuk hiking. Nah sayang banget kalau ditutup padahal punya potensi. Pas aku baca-baca beritanya tuh kadang suka kepikiran dong, masak iya sih merusak?
Saya jadi ingat dulu kenal penulis yang namanya Cherry Zhang. Kata dia tinggal di Batam tuh enak, mau ke Singapura tinggal nyebrang. Saya penasaran sama Batam. Kepengin ke sana ih
Semoga ke depannya ada solusi win-win sehingga keindahan alam tersebut tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga warisan yang bisa dinikmati generasi selanjutnya.
Ah, ini kabar yang bikin warga Batam jadi sedih ya mbak Meri. Memang kita butuh banget ruang terbuka hijau dan wisata alam yang lebih banyak lagi. Bosen ke mall melulu
Dari fotonya saja terlihat indahnya Telaga Bidaitu ya..pantas banyak pengunjungnya. Sayang sdh ditutup, tapi kalau demi kepentingan lebih terkait air bersih ya mau gimana lagi ya.. Mudah2an ada solusinya yg terbaik
iya mbak karena jarang sekali menemukan tempat seperti ini di Batam
Wah cakep banget ya ini tempatnya sayang sudah ditutup. Ini maksudnya merusak sungai apa Karena telaganya dipakai mandi trus airnya ke sungai ya? Jadi ingat di tempatku juga ada danau kecil kayak gini tapi dia bekas tambang sih malah kurang bagus sebenarnya buat warga
perumpamapnya seperti itu mbak, tapi di Batam lebih ke waduk buatan, air hujan dari bukit ini turun ke waduk.
Baru tahu BP Batam tuh banyak banget ya ngurusin sesuatu. Aku kira cuman bandara aja loh kak. Dan ga nyangka jg di Batam ada destinasi wisata secakep ini.
Emg hrs ada penelitian khusus sih buat menguatkan argumentasi kalo telaga bidadari dan segala destinasi yang menyangkut hajat hidup org banyak. Emg air bakalan menjadi sumber masalah di masa depan. Kalo ga mampu mengelola dgn baik, bukan tidak mgkn bakal timbul masalah di kemudian hari.
Smg banyak destinasi wisata alam yang lbh terbuka buat penduduk ya. Biar masyarakat jg bs menikmati keindahan alam di Batam.
haha iya mas, memang banyak mas mungkin hampir seluruhnya diurusin hehe tapi ya begitulah Batam di setting. Iya memang perlu dievaluasi dulu apa iya tempat ini berpengaruh ke waduk Batam
Pastinya pemerintah mempunyai beberapa alasan kuat sehingga menutup wisata telaga bidadari. Hal yang sama juga dilakukan di daerah lain, ada yang khawatir karena jumlah korban yang meningkat saat mengunjungi daerah wisata tersebut
iya mbak, seharusnya sudah dari dulu ditutup
Sayang banget Telaga Bidadari ditutup, padahal liat dari tiktok tempatnya indah. Tapi info alternatif rute hiking ini sangat membantu, jadi tetap ada pilihan buat yang mau nikmati alam Batam. Jadi pengen coba juga suatu hari nanti aminnn
iya tempatnya sebenarnya lumayan oke mas, hanya perlu dijaga dan diawasi
Wah, sedih juga mendengar Telaga Bidadari ditutup, padahal udah jadi pelarian alam yang adem buat warga Batam. Tapi bagus juga ada alternatif hiking kayak Panbil Nature Reserve dan Telaga Biru, meski belum seheboh Bidadari.
Semoga ke depan ada pengelolaan yang lebih baik, biar wisata alam tetap bisa dinikmati tanpa merusak lingkungan dan sumber air.
Iya kalau merusak sumber daya air kita juga ga bisa apa-apa, tapi tempat ini sudah lama jadi destinasi.
Sayang banget ya kalo ditutup. Apa karena warga setempat merasa tidak menarik lagi???
bukan, karena dianggap bisa mencemari sumber air bersih di Batam
Sering banget denger komentar bagus orang-orang tentang Telaga Bidadari, belum sempet ke sana udah ditutup aja ToT
Takut banget alasan melindungi sumber air cuma tutupan dari proyek lain. Ekhem, tapi setidaknya ada alternatif ya, sama bagusnya, sama indahnya.
iya mbak kalo memang terbukti merusak seharusnya dari dulu harusnya ditutup