greatwall-seniberjalan (6)

Seniberjalan.com– Meskipun tidak sepanjang dan semegah tembok Cina, Indonesia juga memiliki ratusan anak tangga yang di bangun di lereng bukit. Mungkin bisa disebut The Greatwall-nya Indonesia.

Singgahlah ke Ranah Minang, tepatnya Bukittinggi, Sumatera Barat. The Greatwall itu terletak di Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguak Panjang, Bukittinggi. Bangunan atau dinding Greatwall di bangun kurang lebih 1 meter.

Arsitekturnya masih sederhana. Ketika menapaki tangga yang jumlahnya sekitar 364 pijakan itu, perlu melangkah bertahap. Siapkan stamina untuk menapaki tangga itu hingga ketinggian akhir. Cukup melelahkan.

“Tangga cukup banyak, sekitar 364 tangga,” kata Gadih, salah seorang warga Kayu Kubu.

Sebelum memasuki Greatwall, kita akan melewati satu jembatan gantung. Hati-hati ketika melintas. Ada peringatan tidak boleh dilewati lebih dari 10 orang.

greatwall-seniberjalan (5)

jembatan menunuju Great Wall

Sebelum memasuki jembatan kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang luar biasa. Masih asri dan sejuknya terasa. Hampir sejauh mata memandang terlihat hamparan sawah yang menghijau dan menguning. Pantas, anginnya dingin di sini, The Greatwall dikelilingi oleh ngarai/tebing yang menjulang. Orang menyebutnya Ngarai Sianok. Ngarai adalah suguhan pemandangam paling indah dari The Greatwall. Kita dapat mengambil pemadangan itu dalam jepretan kamera. Jika ingin lebih dekat lagi, kita bisa turun ke bawah mendekati Ngarai melewati jalur lain.

greatwall-seniberjalan (2)

Dari kejauhan kita masih bisa melihat pemandangan lain di sekitar ngarai. Ada Sungai yang melewati Ngarai dan padang rumput serta hewan ternak yang bebas berkeliaran mencari makan. Ah, suasana itu benar-benar membawa kita ke suasana pedesaan.

The Greatwall bersanding dengan ngarai memang duet yang klop. Sepertinya sekolah-sekolah memilih menggelar kegiatan pramuka dan perkemahan di sini. Hal itu bisa diperhatikan, ketika banyak siswa-siswa berbaju pramuka berbondong-bondong menuruni tangga lengkap dengan perlengkapan perkemahan mereka.

Masuk ke Greatwall tidak bayar,  hanya minta kerelaan hati kita untuk menyumbang yang digunakan sebagai biaya pemeliharaan tempat itu. Tinggal memasukan uang di kotak sumbangan sebelum menemukan jembatan.

Akses

The Greatwall berlokasi tidak jauh dari jam Gadang. Kita bisa berjalan kaki atau menggunakan kendaraan umum/pribadi. Tapi, harus bersabar jika memutuskan menunggu kendaraan umum, karena tidak banyak yang melintas ke jalur Kayu Kubu.

The Greatwall di bangun oleh Tifatul Sembiring pada tahun 2013. Jika berhasil mendaki hingga usai, jembatan ini akan tembus ke desa kelahiran pejuang nasional masa kemerdekaan, Agus Salim. Nama desa itu adalah Koto Gadang. Tentunya, bisa melanjutkan perjalanan untuk wisata sejarah.

greatwall-seniberjalan (7)

Untuk sampai di Kota Bukittinggi, harus mampir dulu di Padang (Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kemudian, menempuh perjalanan 3 jam dengan travel yang tersedia di depan BIM. Banyak destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi di ranah minang, Selamat berjalan kawan seniberjalan:)

 

by mero malala