Seniberjalan.com – Berdiam diri di penginapan bukan solusi untuk menciptakan traveling bermakna. Banyak hal yang dapat kita coba agar setiap perjalanan lebih berkesan untuk diingat.

Sebelum mendatangi tempat-tempat wisata di berbagai daerah, ada beberapa tempat yang saya pertimbangkan untuk didatangi.

Yang pertama, saya akan berkunjung ke pasar rakyat. Saya akan berusaha meluangkan waktu datang ke pasar tradisional tiap kali ke daerah baru. Saya begitu bergembira menemukan keramaian itu.

Pasar Ikan Anambas. Seniberjalan.com

Di pasar, kita akan melihat lebih dekat kebiasaan masyarakat setempat. Waktu ke Anambas, saya sempatkan mengunjungi pasar ikan pada subuh hari karena saya tahu Anambas kaya akan hasil laut.

Yang kedua, berusaha menggunakan transportasi umum atau transportasi unik di daerah itu.

Waktu ke Jakarta, saya sempatkan naik bajaj. Ya, biar tahu bagaimana pengalaman naik kendaraan roda tiga itu. Seru, yak! meskipun saya telat mencoba pengalaman itu.

Kemudian saya memilih naik kereta dari Jakarta ke Yogya. Bagi saya naik kerata itu membuat hidup seperti melambat.

Kendaraan umum lainnya yang paling gampang dijangkau saat traveling adalah angkot. Saat di Palembang dan Lampung saya memilih naik angkot. Kebetulan di Palembang jalur angkotnya cukup strategis. Selain itu juga menyempatkan naik perahu.

Menyeberang pulau di Meranti

Sementara waktu ke Aceh, saya naik kendaraan umum tanpa atap seperti becak motor. Kendaraan ini asik, karena bisa seru-seruan bareng sama teman-teman dan konvoi sana ke mari.

https://seniberjalan.com/wp-content/uploads/2020/06/IMG-20161106-WA0119.jpg

Tarik Bang..Momen saat melancong ke Aceh. Bareng-bareng naik becak motor.

Alternatif lain adalah bekendara sendiri dengan menyewa kendaraan seperti motor atau mobil. Saya pernah memutuskan naik motor dari Bayuwangi ke Bali bersama seorang kawan.

Capeknya luar biasa, tapi momen itu tak bisa saya lupa hingga saat ini. Di mana kami bisa tersesat dan harus berurusan sama polisi lantaran lupa membawa sim.

perjalanan Bayuwangi- Bali dengan motor. Seniberjalan.com

Ketiga, tetap gunakan kaki. Nah, meski sekarang gampang banget cari kendaraan, sebaiknya jangan biasakan selalu bergantung dengan kendaraan.

Sesekali kita perlu menguatkan kaki dengan berjalan kaki. Berjalan kaki, maka kita akan menemukan banyak hal yang mungkin kita lewatkan saat berkendara.

Dengan berjalan kaki, kita berkesempatan menikmati suasana, menemukan banyak momen dan orang. Kalau hobi fotografi, akan lebih mudah mendapatkan foto street atau human interest dengan berjalan kaki.

foto yang saya dapatkan saat berjalan kaki di Jembatan Merah Palembang

Keempat, yang wajib yang tak boleh ketinggalan adalah mencicip makanan khas daerah setempat.

Kuliner yang pertama kali saya cari adalah kedai kopi, itupun kalau daerahnya budaya ngopinya ada. Dan gak harus berkunjung ke coffeshop yang lebih modern.

Misal seperti di Belitung, banyak sekali kedai kopi tradisional di sana.

kopi belitung. seniberjalan.com

Next, datang ke festival atau event daerah. Misalnya, saya datang ke festival siram-siraman di Meranti, Riau. Datang ke festival juga memberi kesan yang beda saat traveling.

Festival di Meranti, Riau. seniberjalan.com.

Nah, itulah beberapa hal yang membuat perjalanan bermakna versi saya, bagaimana menurut kalian?

@mero_visual

About the Author

Seni Berjalan

Sang Koboi Traveler

View All Articles