Persoalan sampah dan kerusakan ekosistem pesisir membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk pelaku industri perhotelan yang aktivitas bisnisnya berkaitan erat dengan lingkungan. Di Batam, Ascott Regional Batam menjalankan sejumlah program lingkungan sepanjang 2026 melalui delapan properti yang berada di bawah naungannya.
Melalui program keberlanjutan global Ascott Cares, jaringan perhotelan ini menempatkan pelestarian lingkungan sebagai salah satu fokus kegiatan sosial perusahaan. Sejumlah inisiatif yang dijalankan mencakup edukasi pemilahan sampah bagi pelajar, pembersihan pesisir, pengenalan ekonomi sirkular, hingga penanaman mangrove.
1. Edukasi Sampah dan Aksi Bersih Pesisir
Salah satu kegiatan yang dilakukan pada Januari 2026 adalah program Little Heroes, Big Change di SDN 001 Lubuk Baja. Berkolaborasi dengan Tanjung Uma Empowerment, Ascott Regional Batam memberikan edukasi interaktif kepada ratusan pelajar mengenai pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini, sekaligus menyerahkan perlengkapan kebersihan kepada pihak sekolah.
Edukasi pemilahan sampah menjadi bagian penting dari upaya membangun kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia sekolah. Anak-anak tidak hanya diperkenalkan pada persoalan sampah, tetapi juga pada tindakan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membedakan jenis sampah dan menjaga kebersihan ruang di sekitarnya.
baca juga: Tao Sa Kong, Vihara yang Dipeluk Akar
Upaya tersebut berlanjut pada April 2026 melalui aksi bersih pesisir dalam rangka Hari Bumi di kawasan Tanjung Uma. Ascott Regional Batam berkolaborasi dengan Tanjung Uma Empowerment, Batam On, dan Free The Sea untuk mengajak puluhan relawan mengumpulkan serta memilah sampah plastik yang ditemukan di kawasan pantai.
Kegiatan itu mengusung semangat From One Cleanup to Everyday Care, yang menekankan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih sesaat. Sampah yang terkumpul juga dipilah untuk didaur ulang, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan kawasan, tetapi juga memperkenalkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Pendekatan ini berkaitan dengan konsep ekonomi sirkular, yakni upaya mempertahankan nilai material agar dapat digunakan kembali atau didaur ulang, alih-alih langsung dibuang menjadi limbah. Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dalam laporan Turning off the Tap pada 2023 juga menekankan pentingnya pengurangan penggunaan plastik yang tidak diperlukan, penggunaan kembali, dan daur ulang sebagai bagian dari perubahan sistem untuk mengatasi pencemaran plastik.
Dengan demikian, aksi di Tanjung Uma memiliki dua aspek yang saling berkaitan, yaitu mengurangi sampah yang mencemari pesisir dan mendorong pemanfaatan kembali material yang masih dapat diolah. Namun, keberhasilan jangka panjang upaya semacam ini tetap membutuhkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, termasuk pengurangan sampah dari sumbernya dan kebiasaan memilah sampah dalam aktivitas sehari-hari.
baca juga: Tao Sa Kong, Vihara yang Dipeluk Akar
Pada September 2026, keterlibatan karyawan kembali diperkuat melalui aksi World Cleanup Day di kawasan Tanjung Uma. Karyawan atau associates dari delapan properti Ascott Regional Batam turun langsung melakukan pembersihan dan pemilahan sampah sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan pesisir.
Keterlibatan seluruh properti memperlihatkan bahwa kegiatan lingkungan dapat dijalankan secara kolektif, dengan melibatkan karyawan dari berbagai unit bisnis. Meski demikian, aksi pembersihan perlu berjalan beriringan dengan pencegahan sampah, edukasi masyarakat, dan pengelolaan limbah agar dampaknya tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
2. Konservasi Mangrove dan Komitmen Lingkungan Jangka Panjang
Selain menangani persoalan sampah, Ascott Regional Batam juga memasukkan konservasi pesisir ke dalam rangkaian program lingkungannya. Pada Juli 2026, jaringan properti tersebut mengambil bagian dalam momentum World Mangrove Day melalui kegiatan konservasi dan penanaman bibit mangrove untuk mendukung perlindungan kawasan pesisir.
Mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting bagi wilayah pantai, mulai dari membantu menahan erosi hingga menyediakan habitat bagi beragam organisme. Karena itu, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari upaya menjaga ekosistem yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
UNEP menjelaskan bahwa hutan mangrove dapat membantu melindungi garis pantai dari erosi, banjir, dan dampak gelombang badai, sekaligus menyediakan habitat bagi berbagai jenis satwa. Ekosistem ini juga berperan dalam penyimpanan karbon, sehingga perlindungan dan pemulihannya memiliki kaitan dengan upaya menghadapi perubahan iklim.
Meski demikian, penanaman bibit mangrove tidak otomatis menjamin pemulihan ekosistem. Keberhasilannya bergantung pada kesesuaian lokasi, kondisi lingkungan, pemilihan jenis mangrove, serta pemeliharaan setelah penanaman agar bibit dapat tumbuh dan bertahan.
Dalam konteks tersebut, kegiatan konservasi yang dilakukan Ascott Regional Batam dapat menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk menjaga kawasan pesisir Batam. Agar manfaatnya dapat berlangsung dalam jangka panjang, kegiatan penanaman perlu disertai pemantauan pertumbuhan bibit dan evaluasi kondisi kawasan yang dipulihkan.
Rangkaian program sepanjang 2026 memperlihatkan dua pendekatan utama dalam kegiatan lingkungan Ascott Regional Batam, yaitu membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah dan melakukan aksi langsung untuk menjaga ekosistem pesisir. Keduanya saling melengkapi karena lingkungan yang lebih bersih membutuhkan perubahan perilaku, sementara ekosistem pesisir yang sehat membutuhkan perlindungan dan pemulihan secara berkelanjutan.
Program-program tersebut dijalankan melalui delapan properti, yakni Costaluna Villas and Suites Nongsa Batam by The Unlimited Collection, Fox Hotel Nagoya Batam, Oakwood Hotel & Apartments Grand Batam, HARRIS Hotel & Suites Nagoya Batam, HARRIS Resort Barelang Batam, HARRIS Hotel Batam Center, HARRIS Resort Waterfront Batam, dan YELLO Hotel Harbour Bay Batam. Melalui payung Ascott Cares, perusahaan menempatkan kegiatan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial yang berjalan bersama perkembangan bisnis perhotelan.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan program lingkungan tidak hanya terletak pada jumlah kegiatan atau banyaknya relawan yang terlibat. Dampak yang lebih mendasar terlihat dari berkurangnya sampah yang mencemari kawasan pesisir, meningkatnya kebiasaan memilah sampah, serta terjaganya mangrove dan ekosistem yang bergantung padanya.
Komitmen tersebut membutuhkan kesinambungan, evaluasi, dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, komunitas, sekolah, hingga masyarakat setempat. Perubahan lingkungan yang berarti membutuhkan tindakan bersama yang dilakukan secara konsisten.
Referensi:
- United Nations Environment Programme (UNEP), Turning off the Tap: How the world can end plastic pollution and create a circular economy (2023).
- United Nations Environment Programme (UNEP), Mangrove forests.
- rilis Ascot.
Catatan redaksi: Informasi mengenai program Ascott Regional Batam bersumber dari bahan yang diberikan untuk penulisan. Referensi UNEP digunakan untuk menjelaskan konteks ilmiah mengenai ekonomi sirkular dan fungsi ekologis mangrove, bukan sebagai verifikasi independen atas pelaksanaan program di Batam.


