Bayangkan seorang teman dari Jakarta menghubungi Anda. Ia bercerita akan berkunjung ke Batam selama dua hari. Sebelum berangkat, ia bertanya, “Kalau nanti sampai di Batam, ada tempat menarik yang bisa kita kunjungi?”
Pertanyaan sederhana, tetapi bagi warga Batam, jawabannya mungkin tidak sesederhana itu.
Mau mengajaknya ke mana? Jembatan Barelang? Tentu saja tempat ini sudah terlalu sering masuk daftar kunjungan wisatawan. Bagaimana kalau mengajaknya makan seafood, menikmati pantai, berburu barang bekas, atau sekadar nongkrong di kafe?
Pertanyaan inilah yang saya lempar melalui akun Threads @seniberjalan. Saya ingin tahu, tempat apa yang akan ditunjukkan warga Batam kepada teman dari luar daerah untuk memperkenalkan kota ini, selain Jembatan Barelang.
Jawabannya ternyata cukup beragam. Ada yang menyarankan wisata kuliner sederhana, berburu barang thrift, menikmati seafood di kawasan pesisir, sampai mengajak tamu berbelanja di pusat perbelanjaan.
Dari percakapan tersebut, saya mencoba merangkum beberapa pilihan yang bisa menjadi inspirasi untuk mengenal Batam dari sudut pandang warga lokal.
- Makan di Warung Bu Joko, menikmati kuliner tanpa harus ke restoran mewah
Salah satu netizen menyarankan mengajak teman makan di Warung Bu Joko. Pilihan ini menarik karena tidak semua pengalaman kuliner harus berlangsung di restoran besar atau tempat makan dengan pemandangan laut.
Warung Sunda Bu Joko berada di Kompleks Nagoya Square, Jalan Imam Bonjol No. 75/76 Blok D, kawasan Sungai Jodoh, Kecamatan Batu Ampar.
Warung ini menyajikan masakan rumahan khas Indonesia dengan pilihan lauk prasmanan. Pengunjung bisa memilih makanan sesuai selera dan menikmati suasana warung yang lebih santai.
Tempat seperti ini justru bisa menjadi pengalaman menarik bagi teman dari luar daerah. Mereka bisa mencicipi masakan sehari-hari yang biasa dinikmati warga, bukan hanya menu yang sengaja disiapkan untuk wisatawan.
Berdasarkan direktori bisnis, warung ini tercatat buka setiap hari pukul 07.00–20.00 WIB. Sebaiknya konfirmasi kembali sebelum datang.
Wanderlog
- Berburu barang thrift di Pasar Jodoh atau Tiban
Tidak semua orang datang ke Batam untuk membeli barang baru. Ada juga yang justru menikmati kegiatan mencari barang bekas berkualitas dengan harga terjangkau.
Seorang netizen menyarankan Pasar Jodoh atau kawasan Tiban sebagai tempat berburu barang thrift.
Di kawasan Jodoh, pengunjung bisa mendatangi Pasar Second Jodoh Batam, yang dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan barang bekas. Pakaian, sepatu, tas, dan berbagai barang lainnya bisa ditemukan di antara lapak pedagang.
Pasar ini berada di kawasan Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja. Lokasinya dekat dengan kawasan perdagangan Nagoya dan Jodoh.
Alternatif lainnya adalah Pasar Kaget Tiban Global. Pasar ini berada di kawasan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang. Selain pakaian, pasar kaget juga menawarkan berbagai barang kebutuhan dan produk lain.
Menurut laporan Batam Pos pada Oktober 2025, Pasar Kaget Tiban Global beroperasi pada Selasa dan Jumat. Pasar Jodoh juga masuk dalam daftar lokasi thrifting yang direkomendasikan media tersebut.
Berburu barang thrift memang membutuhkan kesabaran. Pengunjung perlu memeriksa kondisi barang, jahitan, noda, dan resleting sebelum membeli. Jangan lupa menawar dengan sopan.
Ada satu hal yang juga perlu diperhatikan. Perdagangan pakaian bekas impor memiliki persoalan regulasi tersendiri di Indonesia. Karena itu, jangan menganggap seluruh barang yang dijual otomatis merupakan produk impor yang legal.
Bagi wisatawan, pengalaman berburu barang bekas ini bisa menjadi aktivitas yang berbeda dari agenda belanja di pusat perbelanjaan.
- Menikmati seafood di Piayu Laut
Kalau teman yang datang menyukai makanan laut, ajaklah mereka menuju kawasan Piayu Laut.
Seorang netizen menyarankan menikmati seafood di kawasan Piayu atau Barelang. Dua kawasan ini memang memiliki sejumlah rumah makan seafood yang menawarkan pengalaman bersantap di tepi laut.
Salah satu pilihan adalah Love Seafood Tanjung Piayu Laut, yang berada di Kampung Tua Tanjung Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk.
Kawasan ini memiliki suasana berbeda dari pusat kota. Pengunjung bisa menikmati hidangan laut sambil melihat hamparan perairan dan aktivitas masyarakat pesisir.
Menu yang bisa dicoba antara lain ikan, udang, kepiting, cumi-cumi, dan gonggong. Gonggong sendiri merupakan salah satu makanan laut yang cukup identik dengan Kepulauan Riau.
Pilihan lainnya adalah Nelayan Seafood Piayu Laut, yang juga berada di kawasan Kampung Tua Tanjung Piayu Laut.
Wisata kuliner di Piayu bukan hal baru. Laporan BeritaDaerah pada Agustus 2021 pernah mengulas kawasan ini sebagai tujuan wisata kuliner seafood. Pengunjung dapat memilih ikan dan hasil laut yang tersedia sebelum meminta restoran mengolahnya.
Berita Daerah
Bagi saya, pengalaman makan seafood di kawasan pesisir seperti ini punya daya tarik tersendiri. Kita tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati suasana Batam sebagai kota kepulauan.
- Menyusuri jalur Barelang sambil menikmati seafood
Selain Piayu, kawasan Barelang juga menawarkan pengalaman kuliner yang menarik. Perjalanan menuju kawasan ini bisa menjadi bagian dari aktivitas wisata itu sendiri.
Salah satu pilihan adalah Kelong Jembatan Satu Seafood, yang berada di Jalan MKS Trans Barelang, kawasan Tembesi, Kecamatan Sagulung.
Restoran bergaya kelong ini menawarkan pengalaman makan di atas perairan. Pengunjung bisa menikmati hidangan laut dengan suasana terbuka dan pemandangan laut.
Pilihan lainnya adalah Barelang Seafood Restaurant di Jalan Trans Barelang, Tembesi.
Jika membawa teman dari luar Batam, perjalanan ini bisa menjadi agenda setengah hari. Mereka bisa menikmati pemandangan sepanjang jalan, berhenti di beberapa titik untuk berfoto, lalu makan seafood sebelum kembali ke pusat kota.
Namun, perhatikan jarak perjalanan. Kawasan Barelang tidak sedekat pusat perbelanjaan di Nagoya. Sebaiknya siapkan kendaraan dan waktu yang cukup.
- Mengajak teman menikmati pantai di Batam
Batam merupakan kota kepulauan yang memiliki banyak kawasan pesisir. Sayangnya, ketika membicarakan wisata Batam, sebagian orang sering langsung teringat Jembatan Barelang dan pusat perbelanjaan.
Padahal, ada beberapa pantai yang bisa menjadi alternatif untuk menghabiskan waktu bersama teman.
Salah satunya Pantai Nongsa. Pantai ini berada di pesisir timur laut Batam. Dari kawasan pantai, pengunjung bisa menikmati pemandangan laut dengan Singapura terlihat di kejauhan ketika cuaca cerah.
Kawasan Nongsa juga memiliki sejumlah pilihan wisata lain, termasuk Pantai Melayu Batu Besar dan Tanjung Memban.
Visit Indonesia+2
Jika ingin melakukan perjalanan lebih jauh, ada Pantai Melayu di Pulau Rempang. Lokasinya berada di jalur Trans Barelang, setelah Jembatan 4. Jangan sampai tertukar dengan Pantai Melayu di Nongsa karena keduanya berada di kawasan berbeda.
Mengajak teman ke pantai bisa menjadi pilihan sederhana. Tidak perlu selalu mengisi agenda dengan aktivitas belanja. Duduk menikmati angin laut, memesan kelapa muda, atau sekadar berbincang sambil menunggu matahari terbenam juga bisa menjadi pengalaman menyenangkan.
- Berbelanja di Nagoya Hill, mencari cokelat dan tas.
Ada juga netizen yang menyarankan berbelanja di Nagoya Hill, terutama jika teman yang datang ingin membeli cokelat, tas, atau barang lainnya.
Nagoya Hill Shopping Mall merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang sudah lama dikenal di Batam. Lokasinya berada di Jalan Nagoya Hill, Lubuk Baja Kota, Kecamatan Lubuk Baja.
Di dalamnya terdapat berbagai toko yang menjual pakaian, tas, aksesori, elektronik, makanan, hingga suvenir. Kawasan ini juga memiliki pilihan tempat makan dan hiburan.
Pengelola Nagoya Hill menyebut pusat perbelanjaan ini sebagai kawasan terpadu untuk belanja, kuliner, dan hiburan. Mal ini juga menjadi salah satu tujuan wisata belanja bagi pengunjung dari Singapura dan Malaysia.
Meski begitu, berbelanja di Nagoya Hill tentu bukan pengalaman yang terlalu berbeda bagi wisatawan yang sudah sering datang ke Batam. Tempat ini lebih cocok sebagai agenda tambahan ketika teman ingin membeli sesuatu atau mencari kebutuhan sebelum kembali ke daerah asal.
- Menutup hari dengan nongkrong di kafe
Setelah seharian berkeliling, mungkin tidak ada salahnya mengajak teman duduk santai di kafe.
Salah satu pilihan adalah Cabuci (Cafe Bukit Cinta) di Jalan Yos Sudarso, kawasan Kampung Pelita, Lubuk Baja.
Kafe ini berada di kawasan yang lebih tinggi sehingga pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Batam dari ketinggian. Suasananya menarik terutama pada sore hingga malam hari ketika lampu-lampu kota mulai terlihat.
Pilihan lainnya tentu masih banyak, mulai dari kafe di kawasan Nagoya, Batam Center, hingga Nongsa. Tinggal sesuaikan dengan lokasi perjalanan dan suasana yang ingin dinikmati.
Bagi teman yang baru pertama kali datang, menikmati suasana malam Batam bisa menjadi penutup perjalanan yang menyenangkan.



