Batam selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata belanja bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Tidak sedikit pengunjung yang datang untuk mencari cokelat, makanan ringan impor, hingga aneka produk yang sulit ditemukan di daerah asal mereka.
Namun, pilihan buah tangan dari Batam sebenarnya tidak berhenti pada produk-produk tersebut. Ada sejumlah usaha lokal yang menawarkan jajanan tradisional, makanan kekinian, hingga kerajinan tangan yang menarik untuk dibawa pulang.
Hal ini terlihat dari percakapan di Threads akun @seniberjalan. Ketika ditanya mengenai rekomendasi oleh-oleh Batam yang tidak mainstream, sejumlah netizen membagikan tempat yang biasa mereka kunjungi.
Berikut beberapa rekomendasi yang layak masuk daftar kunjungan ketika berlibur ke Batam.
- Epok-Epok Ana, jajanan lokal yang bisa dibawa pulang
Salah satu rekomendasi yang muncul adalah Epok-Epok Ana. Tempat ini berada di kawasan Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Batam.
Epok-epok merupakan jajanan berbentuk pastel dengan kulit renyah dan isian bercita rasa gurih. Beberapa varian yang dikenal antara lain kentang, telur, dan sarden.
Daya tarik Epok-Epok Ana terletak pada jajanan sederhana yang sudah akrab dengan lidah masyarakat setempat. Makanan ini juga cocok dijadikan buah tangan karena bisa dibeli dalam jumlah banyak.
Berdasarkan informasi direktori usaha, tempat ini tercatat beroperasi setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB. Pengunjung dapat menghubungi nomor 0812-7787-098 untuk menanyakan pesanan dan ketersediaan produk.
Lokasi: Bengkong Laut, Kecamatan Bengkong, Batam.
- Swees Kari Epok-Epok, alternatif berburu karipap
Rekomendasi berikutnya datang dari netizen yang menyebut Swees Kari Epok-Epok & Kopitiam.
Tempat ini berada di Nagoya Citywalk, Northwalk, Jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja. Lokasinya cukup strategis bagi wisatawan yang menginap di kawasan Nagoya.
Menu andalannya adalah epok-epok dengan isian kari. Jajanan ini memiliki kemiripan dengan curry puff atau karipap yang populer di Malaysia dan Singapura.
Pilihan isiannya cukup beragam, mulai dari kari ayam, kentang, sarden, hingga talas.
Pengunjung juga bisa membeli versi beku atau frozen untuk digoreng kembali di rumah, jika persediaannya tersedia.
Menariknya, tempat ini juga berkonsep kopitiam sehingga pengunjung bisa menikmati epok-epok bersama kopi atau teh.
Informasi direktori mencatat jam operasional sekitar pukul 07.00–22.00 WIB. Namun, sebaiknya datang lebih awal jika ingin membeli epok-epok karena jam ketersediaan jajanan bisa berbeda dari jam operasional kopitiam.
Lokasi: Nagoya Citywalk, Northwalk, Jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja, Batam.
- BATAMIA, tempat mencari aneka buah tangan
Jika ingin mencari beragam buah tangan dalam satu tempat, netizen juga merekomendasikan BATAMIA Oleh-Oleh.
Toko ini berada di Jalan Nagoya Thamrin, Kecamatan Lubuk Baja, Batam.
Berbeda dengan toko yang hanya menjual makanan khas daerah, BATAMIA menawarkan pilihan produk yang lebih beragam. Pengunjung dapat menemukan makanan ringan kemasan, cokelat, kue lapis, produk lokal, hingga berbagai suvenir seperti gantungan kunci dan magnet kulkas.
Salah satu hal menarik dari rekomendasi netizen adalah keberadaan produk-produk yang berasal dari Malaysia dan Singapura. Hal ini membuat BATAMIA menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin mencari buah tangan dengan pilihan lebih luas.
Meski begitu, pengunjung sebaiknya tetap memperhatikan asal produk. Tidak semua barang yang dijual di toko oleh-oleh Batam merupakan produk asli Batam.
Harga juga menjadi pertimbangan. Beberapa ulasan pelanggan menilai pilihan produknya lengkap, tetapi ada pula yang menganggap sebagian barang lebih mahal dibandingkan toko lain.
Lokasi: Jalan Nagoya Thamrin, Lubuk Baja Kota, Batam.
- Gedung Dekranasda, berburu kerajinan dan batik Batam
Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang sesuatu selain makanan, Gedung Dekranasda Batam bisa menjadi pilihan.
Gedung ini berada di kawasan Batam Center, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, tepatnya di belakang Gedung Bersama Pemerintah Kota Batam.
Dekranasda atau Dewan Kerajinan Nasional Daerah merupakan wadah untuk mempromosikan dan mengembangkan produk kerajinan daerah. Galeri ini menjadi tempat bagi pengunjung untuk mengenal berbagai hasil karya pelaku industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM Batam dan Kepulauan Riau.
Produk yang pernah dipasarkan di galeri ini meliputi batik Batam, kain tenun, produk fesyen, kerajinan tangan, serta makanan kemasan.
Pemerintah Kota Batam sebelumnya menyebut produk yang masuk ke galeri telah melalui proses kurasi. Tujuannya untuk menjaga kualitas produk sekaligus memberikan ruang pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Bagi wisatawan, tempat ini menawarkan pengalaman berbeda. Mereka tidak hanya membeli suvenir, tetapi juga bisa mengenal kreativitas dan identitas produk lokal Batam.
Ada perkembangan menarik pada 2026. Pemerintah Kota Batam juga meresmikan Pojok UMKM D’KUMI Galeri di Terminal Feri Internasional Sekupang pada 18 Agustus 2026. Kehadiran galeri tersebut memperluas akses wisatawan untuk mendapatkan produk UMKM lokal, khususnya yang datang melalui jalur laut.



