seniberjalan.com— Bondowoso si kota tape mempunyai kawah yang tidak jadi bernama Kawah Wurung. Perbukitan yang hijau dengan cekungan di tengah berbentuk lingkaran ini menyerupai kawah kering yang mati.

Karena itu jangan membayangkan di Kawah Wurung akan ditemukan gas berelang yang mengeluarkan asap layaknya Kawah Ijen.

Demi hasrat berjalan hari ini, hujan bukanlah halangan. Perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 jam berangkat pukul 09.00 pagi dari alun-alun kota Bondowoso ke arah Ijen.

foto: seniberjalan.com

Kawasan bukit yang mempunyai julukan Jamrud Of Java ini memiliki akses jalan yang belum bagus, jalan berbatu dan licin mendominasi. Melewati kebun kopi, perkampungan penduduk dan begitu sampai pos disitulah gerbang Kawah Wurung.

Pemandangan alamnya bak negeri para hobbit dengan rerumputan hijau. Sepintas mirip bukit teletabisnya Gunung Bromo ataupun savananya Newzealand.

Banyak sapi yang berkeliaran bebas menjadi keunikan tersendiri. Tiket masuk Kawah Wurung lebih murah dari semangkok bakso, hanya 3.000 rupiah per orang.

foto: seniberjalann

Waktu berkunjung yang pas adalah di musim penghujan, karena hijaunya Kawah Wurung akan membius naluri berpetualang kalian. Sedangkan musim kemarau rerumputan berwarna kecoklatan,terlihat gersang dan terkadang sering terjadi kebakaran di bukit.

Kawah Wurung terletak di sebelah barat Kawah Ijen, yaitu di Dusun Curah Macam Desa Jampit Kecamatan Sempol Kabupaten Bondowoso Jawa Timur.

Keindahan selalu tersimpan di tempat yang jauh dan tersembunyi, menuntut kita bergerak dan berpikir.

-aru

About the Author

Seni Berjalan

Sang Koboi Traveler

View All Articles