BATAM_Kalau di Pulau Jawa musik jazz identik dengan festival besar seperti Java Jazz, Batam punya cerita berbeda. Kota industri yang berada di gerbang perbatasan Indonesia-Singapura ini ternyata juga memiliki perkembangan musik jazz yang cukup menarik.
Bahkan, jazz di Batam sudah mulai hidup sejak era 1990-an, meski saat itu penikmatnya masih terbatas pada komunitas kecil. Kabarnya, perkembangan jazz di Batam tidak lepas dari peran musisi senior Indonesia, Idang Rasjidi.
Banyak kalangan menyebut sosok legenda jazz Tanah Air itu sebagai figur penting yang memperkenalkan musik jazz kepada komunitas musik di Batam.
BACA JUGA: Sejarah Bajafash di Batam
Pada masa awal perkembangannya, komunitas musik di Batam masih menggelar pertunjukan jazz dalam skala sederhana. Saat itu, penonton yang hadir pun mayoritas berasal dari kalangan pecinta jazz yang sudah akrab dengan genre musik tersebut.
Namun, seiring waktu, minat masyarakat terhadap genre ini mulai tumbuh. Terlebih lagi, dalam beberapa tahun terakhir, anak muda Batam semakin gandrung menikmati musik jazz.
Festival berskala internasional itu berhasil membuka ruang bagi masyarakat untuk lebih dekat dengan musik jazz, sekaligus memperkenalkan Batam sebagai salah satu kota dengan geliat musik jazz yang aktif di wilayah Kepulauan Riau.
Sayangnya Asean Jazz tak berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
Batam Jazz Society
Perkembangan jazz di Batam juga tidak bisa dipisahkan dari peran komunitas lokal, yakni Batam Jazz Society. Komunitas ini aktif menghidupkan ekosistem jazz melalui berbagai pertunjukan dan kolaborasi bersama musisi lokal maupun nasional.
Batam Jazz Society pernah bekerja sama dengan Swiss-Belhotel Harbour Bay dan Harbour Bay Downtown menggelar acara bertajuk Jazzmazing Kepri.
Panitia menggelar acara tersebut pada 30 April hingga 1 Mei 2015 untuk memperingati Hari Jazz Internasional yang jatuh setiap 30 April.
Selanjutnya, panitia memusatkan kegiatan di pelataran depan Harbour Bay Mall Batam dengan menghadirkan sejumlah musisi ternama seperti Rika Roeslan, Imaniar, Idham Noorsaid, serta Idang Rasjidi bersama para musisi jazz lokal.
BACA JUGA: Bajafash Masuk Agenda Jazz Nasional
Menariknya, sekitar 80 persen penampil dalam acara tersebut berasal dari musisi lokal Batam. Perkembangan jazz di Batam bergantung pada musisi dari luar daerah sekaligus ditopang oleh talenta lokal yang terus berkembang.
Dalam acara Jazzmazing Kepri, sedikitnya ada 12 band jazz lokal yang ikut tampil. Enam di antaranya adalah D’Soul, Magna Charta, Bobby Brown, Tigo Mawon, Bob Quartet, dan Asaph. Mereka membuktikan bahwa Batam memiliki banyak musisi jazz potensial yang mampu tampil di panggung besar.
Ketua Batam Jazz Society, Hartojo, mengatakan saat itu bahwa Jazzmazing Kepri dapat menggantikan ASEAN Jazz Festival yang sudah tidak lagi digelar di Batam.
BACA JUGA: Bajafash: Batam Jadi Fashion and Music Hub
Menurutnya, absennya Asean Jazz menjadi momentum bagi komunitas lokal untuk terus mengembangkan musik jazz di Kepulauan Riau. Selain itu, acara seperti Jazzmazing Kepri juga menjadi wadah bagi musisi lokal agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.
“Kami ingin mengangkat minat jazz teman-teman lokal agar berkembang. Tidak hanya menjadi penonton, karena sebenarnya musisi lokal punya potensi besar,” ujarnya.
Jazz Batam Terus Berkembang
Masyarakat luas mulai menerima genre musik ini, terutama kalangan generasi muda. Dengan dukungan komunitas, musisi lokal, dan event tahunan seperti Jazzmazing Kepri, Batam perlahan saat itu membangun identitasnya sebagai salah satu kota dengan geliat musik jazz yang terus berkembang di Indonesia.
Bagaimana dengan sekarang? tentu saja geliat jazz di Batam masih terus berkembang.
BACA JUGA: Beda dengan Sebelumnya, Ini Pengalaman Nonton Konser Bajafash 2023
Batam Jazz Society menggelar International Jazz Day 2026 pada 30 April hingga 3 Mei 2026 di Park Avenue Mall dengan mengusung tema Beyond Borders. Melalui event ini, panitia menghadirkan musisi lokal, nasional, hingga internasional untuk merayakan Hari Jazz Internasional yang UNESCO peringati setiap 30 April.
Beberapa musisi yang tampil antara lain Alphamama dari Belanda, Pong Nakornchai dari Thailand, Nita Aartsen dari Bali, hingga musisi lokal Batam seperti Luke Jozsua. Kehadiran musisi lintas negara tersebut sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kota perbatasan yang aktif mengembangkan event musik internasional.
Selain event International Jazz Day, Batam juga memiliki festival musik tahunan lain, yakni Batam Jazz and Fashion (Bajafash).





