JAKARTA_Kondisi ekonomi global tidak membuat masyarakat ASEAN berhenti bepergian. Namun, wisatawan kini semakin berhitung sebelum menentukan destinasi, waktu perjalanan, hingga tempat menginap.

Data pemesanan AirAsia MOVE untuk periode perjalanan 1 Juli–31 Desember 2026 menunjukkan perubahan tren liburan tersebut. Wisatawan memilih destinasi yang lebih dekat, memesan perjalanan lebih awal, dan mencari akomodasi dengan harga yang sepadan dengan fasilitas.

Baca juga: Berenang Bersama Whale Shark di Australia’s Coral Coast

Destinasi Dekat Jadi Pilihan

Wisatawan kini semakin mempertimbangkan durasi perjalanan saat memilih destinasi. Penerbangan internasional dengan waktu tempuh kurang dari empat jam meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Air Asia Move

data Air Asia Move

Penerbangan jarak pendek tersebut bahkan menyumbang 62 persen dari seluruh pemesanan internasional. Karena itu, destinasi regional semakin menarik bagi wisatawan yang ingin menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Baca juga: Kampung Tua Bakau Serip, Destinasi Ekowisata Batam

Malaysia, Thailand, Indonesia, Jepang, dan Filipina diproyeksikan menjadi destinasi favorit pada paruh kedua 2026. Konektivitas penerbangan yang semakin baik turut membuat perjalanan menuju destinasi tersebut lebih mudah.

Selain memilih destinasi dekat, wisatawan juga mulai memesan perjalanan jauh sebelum keberangkatan. Data AirAsia MOVE menunjukkan sebagian pemesanan dilakukan lebih dari 120 hari sebelumnya.

Liburan Mengikuti Isi Dompet

Wisatawan tetap mengalokasikan anggaran besar untuk perjalanan, terutama transportasi. Rata-rata pengeluaran tiket pesawat tercatat 35 persen lebih tinggi dibandingkan pengeluaran akomodasi.

Namun, wisatawan tetap selektif saat memilih hotel. Sebanyak 76 persen pemesanan dari sekitar satu juta pilihan hotel di AirAsia MOVE menyasar akomodasi bintang tiga dan empat.

Baca juga: Cara Masyarakat Sigi Ubah Daun Menjadi Pewarna Alami

Pilihan tersebut menunjukkan wisatawan tidak selalu mencari harga termurah. Mereka justru mencari keseimbangan antara harga, kenyamanan, dan kualitas layanan.

Waktu gajian juga ikut memengaruhi rencana perjalanan. Hampir 40 persen pemesanan penerbangan ditujukan untuk keberangkatan antara tanggal 25 hingga 5 setiap bulan.

Periode tersebut bertepatan dengan siklus penerimaan gaji di sejumlah negara ASEAN. Karena itu, wisatawan cenderung memilih waktu perjalanan yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka.

Sementara itu, Milenial dan Gen Z tetap menjadi kelompok utama dalam mendorong perjalanan. Milenial menyumbang 43 persen pemesanan, sedangkan Gen Z mencapai 23 persen.

Kedua generasi tersebut masih menganggap perjalanan sebagai bagian dari gaya hidup dan keseimbangan hidup. Namun, mereka kini semakin terukur dalam menentukan kapan, ke mana, dan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk liburan.

Tren tersebut menunjukkan satu hal: wisatawan ASEAN masih ingin bepergian pada 2026. Bedanya, mereka tidak lagi sekadar mencari tempat untuk dikunjungi, tetapi juga mencari perjalanan yang memberikan nilai terbaik. (*)

About the Author

Eliza G

Founder and Writer

Travel and Photo Enthusiast, Local Tourism Observer

View All Articles