Seni Event

Kenduri Laut Cara Nelayan Mongkol Rayakan Rasa Syukur

foto: elizagusmeri

Kenduri Laut tak asing bagi masyarakat nelayan pesisir di Indonesia, terutama di daerah Sumatera. Di Deli Serdang, Sumatera Utara, Kenduri Laut diperkirakan terlaksana sejak abad ke-17. Di daerah Tapanuli Tengah pun dikenal rutin menggelar ritual ini tiap tahun sekitar bulan Oktober. Tak ketinggalan masyarakat nelayan di Aceh menyebut ritual tersebut sebagai Adat Laot atau Khanduri Laot.

Seniberjalan.com – Cara pelaksanaan Kenduri Laut di masing-masing daerah di Indoensia berbeda-beda. Misalnya di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, proses ritual dilaksanakan pada malam hari dengan membawa hasil pertanian dan ternak. Sementara di Aceh, dilaksanakan pada saat pergantian angin musim berupa gelaran makan bersama dengan menu daging kerbau.

Meskipun pemerintah daerah sempat melarang, seperti di daerah Aceh misalnya, penyelenggaraan Kenduri Laut tetap dilaksanakan untuk menyampaikan maksud rasa syukur masyarakat nelayan pesisir atas hasil tangkapan mereka.

Dengan tujuan itulah, masyarakat Melayu Pesisir Pulau Mongkol, kelurahan Pemping, Batam, Kepulauan Riau ingin melakukan hal serupa. Masyarakat di sana baru saja mengadakan Kenduri Laut sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Meskipun terkesan terlambat, tahun ini Kenduri Laut akhirnya terlaksana di Pulau Mongkol pada Minggu, 10 September 2018.

Berbeda di Tapanuli dan Aceh, Kenduri Laut di Pulau Mongkol pelaksanaanya terkesan lebih menarik. Selain menggelar doa bersama dan makan bersama, masyarakat setempat menyelipkan berbagai hiburan berupa lomba perahu layar.

foto: pelantar.id

Bertempat di Pelabuhan Panjang, Pulau Mongkol sebagai lokasi yang tepat untuk menggelar lomba perahu layar yang mereka sebut lomba kolek sepit, boat ketinting dan boat kayu. Setelah dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun Minggu siang, acara yang bertajuk Merangkai Pulau Menyatukan Negeri ini akan digadang-gadangkan menjadi event tahunan.

Bagi Nurdin Kenduri Laut adalah event yang patut dibanggakan karena menurutnya event tersebut sekaligus menjadi bagian dari event pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri).

“Semoga acara ini bisa menjadi acara tahunan dan pemerintah akan mencoba membantu menganggarkan,” kata dia dalam acara itu, usai disambut dengan hidangan kesenian Melayu.

Warga Pesisir ramai berdatangan

foto: pelantar.id

Sebagai acara perdana, Kenduri Laut Pulau Mongkol berlangsung meriah meskipun pada pagi hari lokasi diguyur hujan deras. Panitia penyelanggara, Melayu Raya tak hanya mengundang warga pesisir sekitar pulau untuk memeriahkan acara tetapi juga mengundang masyarakat pesisir dari luar pulau lainnya, misalnya masyarakat yang datang dari Pulau Bertam, Sagulung Batam.

Jembatan atau pelantar Pelabuhan Panjang akhirnya berperan sebagai tribun penonton. Masyarakat ramai berjejer di sepanjang jembatan. Mereka tampak tak sabar ingin segera merayakan Kenduri Laut dan menyaksikan aksi lomba perahu layar pada siang itu.

Lomba ketinting di buka pada tengah hari dan diikuti kategori lomba perahu lainnya yang berlangsung hingga sore hari. Penonton turut bersorak menyemangati ketinting dan kolek sepit jagoan mereka. Dalam acara ini sempat terjadi tabrakan boat, namun beruntungnya peserta tidak mengalami cedera.

Berikut video keseruan kenduri laut di Pulau Mongkol

 

 

 

About the author

Seni Berjalan

Sang Koboi Traveler

19 Comments

Click here to post a comment