Seniberjalan.com_Syuting Film Pendek berjudul “Prajurit Dan” rampung dalam tiga hari di desa Surajaya, Pemalang. Prajurit Dan merupakan sebuah karya dan kerja sama anak-anak muda kreatif di bawah payung Geishara Project.

Geishara Project merupakan sekumpulan anak muda Pemalang yang berkolaborasi memproduksi film-film yang dapat menghadirkan tontonan, tatanan dan tuntunan untuk masyarakat serta dapat diikutsertakan kedalam festival film nasional maupun internasional.

Ide cerita film pendek ini berangkat dari inspirasi sebuah novel berjudul Prajurit dan Bunga Desa karya Niktasa Faith, yang tak lain juga novelis asal Pemalang. Menurut penulis skrip sekaligus sutradara Prajurit Dan, Aryanti Agustin, diadaptasinya novel tersebut ke dalam film karena terinspirasi dari nilai dan pesannya.

"prajurit dan"

Sutradara, Aryanti sedang mengarahkan kru di syuting Prajurit Dan/seniberjalan.com

“Karena mengangkat budaya seni tari, perjuangan prajurit negara dan juga isu kesehatan mental,” kata dia.

Ary, sapaan perempuan ini, menjelaskan sedikit sinopsis film tersebut. Adrian seorang prajurit Negara jatuh hati pada seorang penari bernama Maharani, perempuan berparas cantik yang mengalami ganguan kejiwaan setelah batal menikah dengan mantan kekasihnya Banyu Aji.

Bagaimana Adrian memperjuangakan cintanya kepada Maharani di saat negara memanggil? Sementara, sang penulis novel juga mencurahkan semangatnya untuk Prajurit Dan.

Para Kru Prajurit Dan yakni anak-anak muda Pemalang/seniberjalan.com

“Senang dan bangga karena dari dulu ingin novel saya di filmkan, seperti mimpi menjadi kenyataan. Harapannya semoga film ini bisa diterima masyarakat luas, bisa ikut festival film dan menang, jadi penyemangat untuk teman-teman sinema di Pemalang dan pesan dari film ini bisa tersampaikan” kata Niktasa Faith.

Sedangkan menurut Elwi pemeran Maharani merasa menantang mendapatkan peran.

“saya senang karena dipercaya menjadi peran utama padahal ini pertama saya terjun ke dunia film, tantangan terbesar ketika harus mendalami karakter ketika Maharani mengalami gangguan kejiwaan dan harus berontak.”

Proses syuting Prajurit Dan/seniberjalan.com

 

Proses syuting Prajurit Dan/seniberjalan.com

Berperan sebagai Adrian sang prajurit negara, Dzakwan merasa bangga bisa bekerjasama dengan orang-orang hebat didalam produksi film pendek ini.

“pengalaman paling berkesan saat scene terakhir di hutan dan tengah malam, harus berakting marah sampai berkelahi dengan Banyu” lanjut Dzakwan.

Yuro merupakan pemeran Banyu Aji, antagonis di film ini juga mengungkapkan kekagumannya.

“saya kagum dengan dedikasi orang-orang yang terlibat di film ini.”

 

Baca juga Ini: Katue

 

Kapan Prajurit Dan Tayang?

"prajurit dan"

seniberjalan.com

Saat ini film pendek ini dalam tahap pasca produksi. Proses shooting memakan waktu 3 hari berpusat di desa Surajaya Pemalan dengan melibatkan crew dan pemain sebanyak 53 orang.

Shooting berjalan lancar, meskipun mendapat tantangan berat pada hari terakhir. Kru harus menunggu hujan hingga malam. Apalagi settingan filmnya mengambil lokasi di hutan.

Usaha keras tentunya tidak akan menyecewakan hasil. Jadi seperti apa kelanjutan film ini? Ditunggu ya!

Yang penasaran dengan keseruan kisah-kisah dibelakang layarnya bisa ikuti instragram mereka di @geisharaproject.

About the Author

mer

Founder

Simple

View All Articles