Batam memiliki sejumlah event atau festival tahunan yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Mulai dari festival budaya Melayu, pesta kuliner Ramadan, perayaan Imlek dan Cap Go Meh, hingga lomba dragon boat di kawasan pesisir.

Setiap agenda menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda. Berikut event tahunan di Batam yang bisa Anda kunjungi.

Kenduri Seni Melayu

Diselenggarakan setiap bulan Mei. Kenduri Seni Melayu menjadi salah satu festival budaya terbesar di Batam. Event ini rutin digelar setiap tahun pada bulan Mei dan masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.

Pada 2025, festival berlangsung pada 16–18 Mei di HarbourBay Batam. Festival ini menghadirkan:

  • pertunjukan tari Melayu,
  • musik tradisional,
  • pembacaan syair,
  • teater rakyat,
  • permainan tradisional,
  • bazar kuliner khas Melayu.

Suasana festival terasa hidup karena pengunjung dapat melihat langsung interaksi komunitas seni Melayu dari berbagai daerah dan negara serumpun.

Kenduri Seni Melayu cocok untuk wisatawan yang ingin menikmati sisi budaya Batam yang masih kuat di tengah perkembangan kota modern.

BACA JUGA: Sejarah Jazz di Batam

Batam Wonderfood & Art Ramadan

Diselenggarakan setiap Ramadan, biasanya Februari–Maret. Batam Wonderfood & Art Ramadan atau BWR menjadi festival kuliner terbesar di Batam saat bulan puasa.

Event ini rutin digelar selama Ramadan di Dataran Dang Anom Batam Centre. Pada 2025, festival berlangsung mulai 28 Februari hingga 22 Maret.

Konsep acaranya memadukan wisata kuliner dengan hiburan keluarga dan kegiatan religi.
Pengunjung dapat menikmati:

  • bazar makanan berbuka puasa,
  • kuliner Melayu,
  • jajanan kekinian,
  • pertunjukan seni Islami,
  • lomba anak muslim,
  • bazar UMKM.

Menjelang magrib, kawasan festival biasanya dipenuhi warga lokal dan wisatawan yang berburu makanan berbuka sambil menikmati suasana malam Ramadan di Batam.

BACA JUGA: Jong Race, Lomba Perahu Tradisional Warisan Budaya Melayu

Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

Diselenggarakan setiap Januari–Februari mengikuti kalender lunar. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh menjadi salah satu agenda budaya yang paling ramai di Batam.

Event ini biasanya berlangsung antara Januari hingga Februari mengikuti kalender Tionghoa. Pada 2025, Tahun Baru Imlek jatuh pada 29 Januari, sedangkan Cap Go Meh berlangsung 12 Februari.

Kawasan Nagoya dan sejumlah vihara besar di Batam biasanya menjadi pusat keramaian selama perayaan berlangsung.

  • Rangkaian acaranya meliputi:
  • atraksi barongsai,
  • parade naga,
  • festival lampion,
  • bazar makanan,
  • pertunjukan budaya Tionghoa,
  • ritual doa di vihara.

Nuansa multikultural Batam terasa kuat selama perayaan ini karena wisatawan dan warga lokal ikut menikmati kemeriahan festival hingga malam hari.

Dragon Boat Race Belakang Padang

Biasanya diselenggarakan pertengahan hingga akhir tahun. Dragon Boat Race di Belakang Padang menjadi event tahunan yang memperlihatkan kuatnya budaya maritim masyarakat Batam.

Perlombaan ini umumnya digelar antara Juni hingga Oktober, tergantung kalender wisata daerah dan kondisi cuaca laut.

Event berlangsung di kawasan pesisir Belakang Padang dan melibatkan tim dayung dari berbagai daerah.
Daya tarik utamanya adalah perlombaan perahu naga yang berlangsung meriah di laut terbuka dengan irama tabuhan genderang khas.

Selain lomba dayung, pengunjung juga dapat menikmati:

  • wisata kampung pesisir,
  • kuliner seafood,
  • pasar rakyat,
  • pertunjukan seni masyarakat laut.

BACA JUGA: Sejarah Bajafash di Batam

Belakang Padang menawarkan suasana berbeda dibanding pusat kota Batam karena masih mempertahankan nuansa kampung Melayu dan kehidupan masyarakat pesisir.

Lomba Jong Race

Lomba jong atau balap perahu layar mini tradisional Melayu juga masih rutin digelar di Kepulauan Riau, termasuk melibatkan komunitas dari Batam.

Event ini biasanya berlangsung pada musim angin sekitar April hingga Agustus, karena jong mengandalkan kekuatan angin untuk berlomba di laut terbuka.

Untuk Batam dan Kepri, lomba jong umumnya muncul dalam:

  • festival budaya Melayu,
  • agenda wisata bahari,
  • perayaan HUT daerah,
  • festival pantai.

Informasi terbaru, mencatat beberapa event jong masih aktif digelar pada 2025, antara lain:

1. Bintan Jong Race Festival 2025

Digelar pada 19–20 April 2025 di Pantai Lagoi Bay, Bintan. Festival ini diikuti 252 perahu jong dari komunitas Batam, Tanjungpinang, dan Bintan.

2. Lomba Perahu Jong Kapolda Kepri Cup

Digelar pada 24 Juni 2025 di Pantai Senja, Batu Besar, Nongsa, Batam. Event ini menjadi bagian peringatan Hari Bhayangkara dan mendapat dukungan DPRD Batam sebagai upaya pelestarian budaya Melayu pesisir.

Artinya, lomba jong masih cukup aktif dan bahkan mulai kembali diangkat sebagai atraksi budaya dan wisata bahari Kepri dalam dua tahun terakhir.

BACA JUGA: Ritual Mandi Safar Kampung Terih

Mandi Safar

Tradisi Mandi Safar di Batam biasanya dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah. Jika dikonversi ke kalender Masehi, waktunya umumnya jatuh antara September hingga Oktober.

Di Batam, tradisi ini masih rutin digelar masyarakat Kampung Tua Terih, Nongsa. Prosesi biasanya diisi dengan doa bersama, ritual adat Melayu, hingga mandi laut sebagai simbol tolak bala dan penyucian diri.

Pemerintah Kota Batam bahkan mengajukan Mandi Safar sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional pada 2024.

Meski tidak selalu dipromosikan besar-besaran sebagai festival wisata, kegiatan ini masih rutin dilakukan komunitas adat dan masyarakat Melayu setempat setiap tahun.

About the Author

Eliza G

Founder and Writer

Travel and Photo Enthusiast, Local Tourism Observer

View All Articles